Kamis Masa Biasa VIII, 27 Mei 2010

1Pet 2: 2-5.9-12  +  Mzm 100  +  Mrk 10: 46-52

 

Injil hari ini menampilkan suatu cerita pengalaman iman yang menarik untuk kita simak bersama. Ketika Yesus sedang berjalan meninggalkan Yerikho banyak orang berbondong-bondong mengikutiNya. Ada seorang pengemis buta, Bartimeus namanya, yang memanggil-manggil Yesus: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!". Ia berani memanggil dan memanggil karena dia pasti pernah mendengar siapakah Yesus itu. Melihat kenyataan seperti itu, banyak orang berdiam diri, bahkan melarangnya untuk terus berteriak-teriak; namun ketika Yesus memanggilnya, mereka berbalik meneguhkan dia. "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau" kata mereka. Inilah kenyataan birokrasi-politis: banyak orang mengulurkan tangan bila diminta, banyak orang berbuat baik hanya supaya dilihat orang lain, berpura-pura baik untuk mendapatkan condite baik pula. Asal bapak senang, ABS katanya.

Mengapa mereka tidak berbuat baik dengan mengantarkan si Bartimeus ini kepada Yesus? Mereka adalah orang yang merasa sehat, mereka adalah orang-orang yang merasa mapan hidupnya dan dengan lincahnya menyingkirkan sesama yang berkekurangan dan sakit untuk berkomunikasi dengan Tuhan? Tak jarang sekarang ini ada banyak gereja dibangun megah dan mewah, malahan bersaing dalam kemewahan dan keindahan, aneka asersoris dan sound,  antara satu dengan lainnya, dan sayangnya banguna mewah itu membuat orang miskin, mereka yang tak mampu dan orang sakit enggan masuk ke dalam, merasa tak pantas masuk ke dalamnya. Gereja seharusnya menyatukan umat dan mengkondisikan seseorang semakin dekat Tuhan, dan bukan sebaliknya?

Ada  kemungkinan juga kelompok-kelompok kategorial dalam mengadakan peribadatan menutup segala kesempatan dan peluang bagi Bartimeus-bartimeus yang lain untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus.

"Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus". Tidak ada yang mengantar atau menuntunnya? Bagaimana dia bisa mendapatkan Yesus? Injil tidak mencatatnya!

"Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" adalah ungkapan iman! Bartimeus percaya bahwa Yesus adalah Anak Daud, sepertinya ia pernah mendengarkan sabda sukacita yang diterima Maria: 'Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan'. Yesus adalah Tuhan yang berbelaskasih. Atas kepercayaannya inilah dia berani berseru dan berseru.

Namun demikian permohonannya masih perlu dimurnikan, dan memang ternyata banyak orang meminta dan meminta tetapi tidak tahu apa yang dimintai, seperti yang dikatakan Yesus kepada Yohanes dan Yakobus kemarin 'kamu tidak tahu apa yang kamu minta'. Karena itu Yesus bertanya kepada Bartimeus: "apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?". Jawab orang buta itu: "Guru, supaya aku dapat melihat!".

Semuanya ini terjadi karena iman, dan Yesus mengabulkannya: "pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Beriman berarti berserahdiri kepada Tuhan, apa yang Engkau kehendaki ya Tuhan kami berserah dan kami mengikuti. Beriman berarti mengikuti kemauan Tuhan sendiri yang ingin membuat segala-galanya baik adanya.

Panggilan Bartimeus adalah panggilan kerinduan, ia ingin datang kepada Yesus karena ia membutuhkan Dia, ia ingin hidup lebih baik, terlebih sesuai dengan kemauan Tuhan. Bacaan pertama hari ini juga mengajak kita untuk berani berserahdiri kepadaNya dan biarlah Tuhan sendiri yang membentuk kita umatNya. Petrus menasehatkan kepada kita: "jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah".

Ya Tuhan Yesus, teguhkanlah hati kami dalam berseru kepadaMu; semoga kami dengan setia berani berseru dan berseru kepadaMu dan tidak mudah putus asa, bila kami masih Engkau tanya ini dan itu guna memurnikan permohonan kami. Yesus, semoga kami juga berani mengajak orang semakin dekat kepadaMu sebagai karya pewartaan kami. Engkau yang kami puji, kini dan sepanjang masa, amin.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening