Kamis Paskah V, 6 Mei 2010

Kis 15: 7-21  +  Mzm 96  +  Yoh 15: 9-11

 

 Yesus adalah pokok anggur yang benar! Inilah yang kita renungkan bersama kemarin. Dia adalah pokok anggur yang benar, karena Yesus hidup bukan untuk diriNya sendiri atau pokok anggur yang reaktif saja, yang baru bertindak dan mengulurkan tanganNya bila ada yang meminta bantuanNya. Dia adalah pokok anggur yang benar karena Dialah yang mengawali dan mengundang setiap orang tinggal dan hidup di dalam Dia. "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku".

Hari ini Yesus menyatakan: "seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu". Yesus telah mengalami kasihNya, maka kini Ia membagikanNya kepada semua orang. Kehadiran sang Putera ke dunia adalah bukti nyata dari kasih Allah yang merelakanNya demi keselamatan umat manusia. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang menyerahkan nyawa bagi sahabat-sahabatnya.

Yesus tidak hanya mengajak orang untuk menikmati kasihNya, melainkan juga tinggal di dalam kasihNya. Sebab hanya tinggal dalam kasihNya, kasih kita akan sempurna. Tinggal bersama dengan Dia berarti melaksanakan kehendakNya. "Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya". Melakukan perintah-perintahNya berarti tinggal dalam kasihNya, pemahaman ini  dapat kita mengerti karena bagaimana mungkin kita mengatakan mengasihi seseorang tetapi mengabaikan dan tidak memperhatikannya atau malahan melawan dan menolaknya; mengasihi seseorang berarti berani mendengarkan dan memperhatikan orang yang dikasihinya, demikianlah dalam mengasihi Tuhan.

Namun lebih dari itu, kita diajak melakukan perintah-perintahNya karena memang perintah dan kehendakNya itu menyelamatkan; SabdaNya adalah sumber kehidupan, bukankah Yesus sendiri mengingatkan bahwa 'manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah'? (Mat 4: 4). Alasan inilah yang kiranya perlu terus-menerus kita mengerti dan kita perdalam, karena memang kita manusia hidup tidak hanya bergantung pada makanan ataupun sandang dan papan, ada hal yang lain yang memberi kehidupan.

Kasih Allah mengundang dan mengundang, janganlah kita yang terpanggil bersama-sama ke sana merintangi dan mempersulit sesame dalam mengejar kekudusan, sebagaimana dikatakan Paulus pada awal pewartaan dalam bacaan pertama tadi: "Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula. Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah".

Apakah tidak perlu aturan bersama? Dalam hidup bersama yang terpanggil kepada kekudusan yang satu dan sama diperlukan aturan hidup.Tuhan pasti tidak marah dan tidak mengerahkan murkaNya bila ada orang melompat-lompat dan berteriak-teriak dengan telanjang di tempatNya yang kudus. Kita yang memakai tempatNya yang kudus itu tentunya yang akan marah dan tersinggung, kita mencoba menegurnya dan memberi pengertian kepadanya mengapa tindakan tadi kurang pantas dilakukan di tempat itu. Menegur dan memberi pengertian itulah aturan hidup, orang tadi diminta tidak berteriak-teriak bukan untuk aturan yang ada, melainkan diajak untuk menempatkan diri secara tepat dan benar di hadapanNya. Dalam menerima berkat Tuhan yang Mahamurah, seseorang perlu mengkondisikan dirinya terlebih dahulu agar dia dapat menerimanya dengan penuh syukur dan merasakanNya.

Ya Yesus, ajarilah kami untuk selalu siap sedia melaksanakan perintah-perintahMu, sebab memang itulah yang menyelamatkan kami; perintah dan kehendakMulah yang menyelamatkan kami, bukan karena jasa dan kebaikan kami. Yesus, murnikanlah selalu iman kepercayaan kami kepadaMu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening