Kamis Paskah VII, 20 Mei 2010

Kis 23: 6-11  +  Mzm 16  +  Yoh 17: 20-26

 

"Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku". Inilah keinginan Yesus agar mereka para muridNya tinggal selalu bersamaNya di mana Dia berada; tinggal bersama Dia berarti menikmati keselamatan hidup. Siapakah mereka para muridNya itu? Mereka adalah orang-orang "yang telah Engkau berikan kepada-Ku", yakni semua orang yang percaya kepadaNya, orang-orang yang telah ditarik oleh Bapa. Allah menghendaki semua orang selamat dan semuanya itu terjadi dalam diri Yesus sang Putera.

Realitas selamat adalah memandang Yesus dalam keadaanNya yang sebenarnya, yakni Yesus Tuhan yang mulia. Karena  itu, dalam doaNya tadi Yesus memohon: "agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan". Kemuliaan Yesus memang tampak nyata dalam segala ciptaan, sebab segala sesuatu diciptakan di dalam dan untuk Dia. Beberapa muridNya memang pernah mencicipinya sejenak ketika Dia menampakkan kemuliaanNya dan didampingi oleh Musa dan Elia.

Penggunaan istilah 'dalam keadaanNya yang sebenarnya' hendaknya tidak dimengerti bahwa selama hidup sebagai orang Nasareth, Yesus tidak dalam keadaan yang sebenarnya, sebab selama hidup sebagai orang Nasaret: Ia sungguh-sungguh Allah dan sungguh manusia! Namun selama 33 tahun itu, Dia 'mengikat diri' sebagai manusia yang harus makan dan minum, yang harus berpakaian dan bertempat tinggal, dan mengikuti peradaban budaya yang ada. KemuliaanNya tersembunyi karena Ia 'mengikat diri' dalam dunia, dan sebaliknya ketika Ia tidak 'mengikat diri', kemuliaanNya sungguh nampak nyata seperti sejak semula Dia ada.

"Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka". Bagi orang-orang yang percaya kepadaNya memang akan menikmati kasih Allah, mereka akan pendampingan, perlindungan dan kemurahanhati Allah sendiri; bukan saja kelimpahan rahmat karuniaNya, tetapi kehadiran Yesus sendiri yang menyertai mereka. Itulah yang diminta Yesus dalam doaNya tadi.

Bagaimana dengan dunia yang tidak mengenal Allah? Yesus tidak menyebutnya. Namun kiranya keadilan Allah sendiri yang akan berbicara kepada mereka. Allah Bapa yang adil pasti tahu akan apa yang harus diperbuatnya. Apakah 'Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya'? (Mat 25: 33) Tuhan Allah yang tahu!

Apa yang dapat kita buat?

Tinggal bersama dengan Yesus di mana Dia berada mengandaikan setiap orang berani mati dan bangkit bersama dengan Dia, karena memang itulah jalan yang ditempuh oleh Yesus sendiri. Kalau Novena hari ini mengingatkan kita akan tugas perutusan kita yang harus berjiwa mesioner, maka tentunya pertama kita perdalam iman kepercayaan diri kita sendiri yang telah menikmati rahmat Paskah, kita telah mati dan bangkit bersama Kristus, kita hidup dan menjadi pengharapan kita. Dan kedua kita wartakan rahmat Paskah itu walau harus menghadapi kenyataan pahit sebagaimana dialami Paulus dalam bacaan pertama tadi yang harus berhadapan dengan orang-orang Farisi dan Saduki. Kiranya penghiburan yang telah diterima Paulus: "kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma' juga menjadi penghiburan kita semua dalam mewartakan sabda yang membuat dunia mengenal Dia.

Ya Yesus, Engkau menghendaki kami selalu tinggal bersamaMu di mana Engkau berada. Kami mohon perkuatlah iman dan harapan kami agar kami dengan setia mencari dan mencari Engkau di tengah-tengah kesibukan sehari-hari, sebab tak jarang kami malahan tenggelam dalam kesibukan itu dan lupa akan undanganMu yang mengajak kami tinggal bersama Engkau. Yesus, bantulah kami yang lemah ini, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening