Minggu Masa Biasa IX, 30 Mei 2010

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Ams 8: 22-31  +  Rom 5: 1-5  +  Yoh 16: 12-15

 

Menerangkan kodrat Allah yang Esa itu amat-amat sulit, siapa yang dapat dan mampu!  Kiranya seruan Paulus juga menjadi seruan kita bersama, katanya: 'O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!' (Rom 11: 33-36).

Kiranya sabda Yesus sendiri meneguhkan kita: 'Aku dan Bapa adalah satu' (Yoh 10: 30), sebab 'sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku' (Yoh 17: 21). Yesus adalah Tuhan Allah sendiri yang menyatakan diri dalam wujud manusia.

Dan kini dalam Injil hari ini Yesus menyatakan kehadiranNya di dalam RohNya. Ia akan hadir dan mengutus RohNya sendiri, dan Roh Kudus akan menyatakan apa yang menjadi kehendakNya yang sudah ada semenjak semula,  "Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku". Semuanya ini terjadi karena memang Roh Kudus adalah RohNya sendiri. Dialah Roh Kristus yang menyertai umatNya untuk menyatakan segala sesuatu yang telah pernah disampaikanNya. Dia pun akan menyampaikan segala kehendak Bapa, sebab 'Aku telah memberitahukan kepada-Nya  segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku'  (Yoh 15: 15) dan "segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku".

Sangatlah tampak: keesaan Allah Tritunggal itu dalam relasi dan kepemilikanNya, karena Ada yang satu adalah Ada yang lain. Kalau Yesus pernah menyatakan 'sebagaimana Kita adalah Satu', maka Ada yang satu adalah Ada yang lain karena Mereka adalah Satu dan Sama.

Inilah misteri yang agung dan mulia, yang tak terselami oleh pikiran manusia. Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan?

Di hadapanNya, memang hanya ketidakberdayaan kita yang kita tonjolkan dan kita ungkapkan. Itu fakta! Itulah kita manusia! Hendaklah tidak pernah terucap dalam hati dan bibir kita: 'mana mungkin Tuhan Yesus bisa berbuat seperti itu?' Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Injil beberapa hari lalu mengingatkan kita: 'lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah', mana yang kita fokuskan kemudahan onta masuk lubang jarum atau kesulitan orang kaya masuk Kerajaan Allah? Bagi Tuhan, segalanya mungkin!

Ketidakberdayaan kita di hadapanNya harus semakin membuat kita berani percaya, mendekati dan berserahdiri kepadaNya, sebab dengan percaya kepadaNya kita beroleh keselamatan, kita dibenarkan dan dikuduskan, sebagaimana dikatakan oleh santo Paulus juga dalam bacaan kedua tadi: "kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah".

Ya Yesus memahami kehendakMu dalam hidup kami sehari-hari memakan waktu yang amat-amat lama, dan itupun kami harus berani mengosongkan diri dan tidak dipenuhi oleh pikiran kami sendiri, terlebih lagi mengerti dan menguasai keberadaanMu. Ya Tuhan Yesus, bantulah kami setiap kali kami memasuki malam-malam gelap hidup ini. Yesus, berkatilah kami selalu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening