Minggu Paskah VII, 16 Mei 2010

Kis 7: 55-60  +  Why 22: 12-20  +  Yoh 17: 20-26

 

"Aku berdoa supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku". Doa Yesus kepada Bapa.

Ada dua hal yang diminta, pertama: 'supaya mereka semua menjadi satu'; para murid diminta bersatu hati, kita tidak. Bukan! Kita semua yang harus bersatu padu! Yang  dimaksudkan dengan 'mereka' adalah 'kita semua', sebab "bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, yakni para muridNya, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka", yakni kita semua yang percaya kepadaNya. Yesus mengharapkan kita semua bersatu seperti Dia dan Bapa adalah satu.

Kita bersatu padu, bukanlah dimaksudkan supaya kita selalu berkumpul terus- menerus siang-malam dalam satu atap; bersatupadu: hendaklah kita mengerti dengan adanya relasi kita satu sama lain, ada perhatian dan tegur-sapa terhadap satu dengan lainnya, saling menolong, dan adanya rasa guyub, sebagaimana sabda Yesus: 'hendaknya kamu saling mengasihi, sebagaimana Aku telah mengasihi kamu', 'hendaknya kamu seia-sekata, sepenanggungan dan seperasaan' kata santo Paulus, dan 'kamu adalah murid-muridKu, jikalau kamu menuruti perintah-perintahKu'.

Bersatupadu adalah wadah nyata dari adanya kasih persaudaraan yang kita renungkan dua minggu yang lalu. Kasih persaudaraan mengandaikan keberanian setiap orang melihat sesame sebagai sahabat ataupun sebagai saudara, adanya relasi timbal balik dan komunikasi dialogis, tidak sebatas pelayanan yang karitatif dan interklas. Kasih persaudaraan itu tampak nyata dan murni, bila kita berani menyatakannya dalam batasan konkrit seperti dalam komunitas: komunitas keluarga, komunitas kategorial, dan komunitas lingkungan gerejani ataupun social. Ada baiknya, kalau kita buka kembali renungan kita bersama dua minggu yang lalu.

Hal kedua adalah: 'agar mereka di dalam Kita'. Kita diundang dalam kesatuan dengan Dia. Kesatuan yang bagaimana? Yesus sebut dalam doaNya: "Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku". Kesatuan dimaksudkan bukanlah kita melebur dengan Allah; secara manusiawi itu tak mungkin: kodrat kita berbeda dengan Allah. Namun dalam doa tadi amatlah jelas: kesatuan kita dengan Yesus, dengan Bapa adalah kesatuan 'ada bersama', yakni di mana Yesus berada, kita pun ada di situ bersama Dia, sehingga kita mampu melihat kemuliaanNya yang ada sejak semula.

Kapan itu semua terjadi? Kelak di akhir jaman, kita akan melihat Dia dengan sebenarnya, sebab 'sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya' (1Yoh 3: 2).

Namun semuanya itu sudah dapat kita rasakan sekarang ini, dan bahkan malahan harus kita kondisikan sekarang ini, sebab 'barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup' (1Yoh 2: 6). Ada bersama Yesus berarti hidup seperti Kristus, sebab hanya hidup seperti Dia berarti kita membiarkan Dia ada dalam hidup kita, kita menempel dan berpaut kepadaNya. Dengan  bagus dan indahnya Yesus membanding kesatuan itu sebagai pokok anggur dan carang-carangnya. 'Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku' (Yoh 15: 4). Tinggal dan menempel dalam Pokok Anggur, kita akan hidup, tumbuh dan berkembang!

Apa yang dapat kita buat?

Mengamini doa Yesus tadi!   Mengamini doa Yesus berarti membiarkan diri kita disatukan dengan sesame kita, dan terlebih membiarkan diri tinggal dan ada bersama dengan Dia. Mengamini doa Yesus berarti kita mau didoakan. Mengamini doa Yesus berarti mau mempersiapkan diri menikmati kesatuan hati dengan sesame dan kesatuan ada bersama dengan Dia.

Bacaan pertama mengingatkan kita bahwa mengamini doa Yesus berarti menomersatukan dan mengutamakan Tuhan, walau harus menghadapi segala bentuk pertentangan yang melawan Dia. "Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah", namun orang-orang yang melawan Tuhan "berteriak-teriaklah dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya". Aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah, inilah yang terindah dalam hidup ini, walau tubuhku harus terlempar ke luar kota. Aku senang ya Yesus, jangan tanggungkan kesalahan ini pada mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

Ya Yesus, Engkau mengundang dan mengundang kami: "barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!". Ajarilah kami ya Yesus untuk berani datang kepadaMu, karena Engkau memanggil kami, dan  Engkau malahan mendoakan kami. Yesus, bantulah kami yang lemah ini datang dan tinggal di dalam Engkau, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening