Rabu Paskah V, 5 Mei 2010

Kis 15: 1-6  +  Mzm 122  +  Yoh 15: 1-8

 

 "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya" kata Yesus dalam menunjukkan hubunganNya dengan kita umat milikNya. Suatu ungkapan yang kiranya mudah dimengerti banyak orang; ada relasi yang kuat antara pokok anggur dan ranting-rantingnya. Ranting dapat hidup dan tumbuh berkembang, bila memang bergabung atau menempel pada pokok anggur, dan bukan sebaliknya. "Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" tegas Yesus.

Penyataan ini sungguh-sungguh mengingatkan bahwa kita manusia itu membutuhkan Tuhan Allah; tanpa Tuhan dan di luar Tuhan, kita tidak beroleh kehidupan. Kita memang hidup: makan dan minum, bekerja dan bekerja, tetapi tanpa Tuhan Yesus, tiada kesegaran hidup, tiada jiwa dan roh, tiada keceriaan dan sukacita; tiada kehidupan, yang dimaksukan Yohanes adalah kehidupan bersama Allah, kehidupan kekal. Relasi dengan Tuhan sang pokok anggur adalah kewajiban setiap ranting.

Yesus adalah pokok anggur yang benar!  Dia adalah pokok anggur yang benar, karena memang Dia hidup bukan untuk diriNya sendiri atau pokok anggur yang reaktif saja, yang baru bertindak dan mengulurkan tanganNya bila ada yang meminta bantuanNya. Dia adalah pokok anggur yang benar, karena justru Dialah yang mengundang dan mengundang setiap rantingNya tinggal dan hidup di dalam Dia. "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku".

Dan lebih lagi, ranting yang mau berbuah akan selalu dirawat dan dirawatNya agar semakin banyak berbuah, "setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah". Selaraslah semua ini seperti yang pernah dikatakanNya bahwa 'mereka yang mempunyai akan ditambahkan kepadanya sehingga mereka hidup dalam kelimpahan' (Mat 13: 12). Dan semuanya ini akan dilakukan oleh Bapa sendiri, sebab "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya".

Berani terus-menerus tinggal bersama Yesus sang pokok anggur berarti memenuhi kehendak Tuhan Allah sendiri: hidup kita menjadi pujian bagi Allah dan kesaksian bagi dunia. Yesus menegaskan semuanya ini dengan mengatakan: "dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku".

"Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa". Penyataan Yesus mengingatkan kita bahwa: hanya dalam Dia ada keselamatan, hanya dalam Dia ada kehidupan dan tidak ada yang lain. Kita manusia hidup dan selamat hanya karena Tuhan, bukan karena aturan atau tradisi yang tak jarang malahan mengekang dan mematikan. Karena itu dalam bacaan pertama Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat orang-orang yang mengajarkan kepada saudara-saudara bahwa: "jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan". Sunat hanyalah tindakan simbolis dalam Perjanjian Lama, sedangkan kepercayaan adalah penyerahan diri kepada Allah Empunya kehidupan.

Kiranya menjadi pelajaran bagi kita orang-orang yang percaya kepadaNya untuk semakin hari semakin hari berani percaya kepada Allah, bukan dengan memperhatikan dan melaksanakan aturan tradisi lama yang mengekang dan mematikan. Hanya orang yang tak berimanlah yang percaya akan 'adanya hari-hari baik'; memang kenyataan semacam itu perlu kita lihat keberadaannya, tetapi tidak perlu kita percayai. Tuhan Yesus yang menyelamatkan, dan bukannya waktu yang menyelamatkan.

Yesus, tumbuhkembangkalah iman kepercayaan kami kepadaMu, agar kami tidak mudah terombang-ambing gelombang suara sumbang yang bertaburan di mana-mana. Yesus bantulah kami yang lemah ini, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening