Rabu Paskah VI, 12 Mei 2010

Kis 17:22 – 18:1  +  Mzm 148  +  Yoh 16: 12-15

 

Dalam pengajaranNya, Yesus telah menyampaikan segala sesuatu yang didengarNya dari Bapa. Yesus pernah menegaskan sendiri: 'Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan' (Yoh 12: 49). Namun ternyata semuanya belum tersampaikan! Yesus lupa? Bukan! Karena SDM dari para muridNya sendiri yang amat terbatas; kita ingat: dalam penyampaian perumpamaan saja banyak dari mereka para murid yang tidak menangkap dan mengertinya (Luk 8: 5-15), namun demikian semuanya itu harus disampaikan, dan sepertinya telah diprogramkan bahwa RohNya sendiri yang akan menyampaikannya. SabdaNya dalam Injil hari ini: "masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran". Sepertinya segala sesuatu tentang pewahyuanNya tidak dihabiskan atau diselesaikan pada tugas perutusanNya di dunia.

Kiranya kita juga harus memperhitungkan dan mengakui bahwa semuanya itu dilakukan Yesus karena dalam karya penyelamatanNya ini Dia hendak melibatkan peranserta dari umatNya, Ia tidak main intervensi atau main paksa. Yesus menghendaki jawaban amin itu dari dalam lubuk hati, dan bukannya dari mulut. Karena itu, Roh Kudus, Roh Kristus sendiri akan mendampingi semua orang yang percaya kepadaNya untuk secara bertahap belajar dan belajar, memahami dan mengerti segala yang tertulis dalam Kitab Suci dan segala keindahan, keagungan dan kebaikan yang terpancar dalam kehidupan sehari-hari, baik dari peristiwa hidup mereka dan ciptaan Allah lainnya. Yang pada akhirnya diharapkan mereka akan mengakui dan berseru: 'ya Tuhanku dan Allahku' dari lubuk hatinya yang terdalam.

Roh Kudus akan segera melakukan semuanya sebagaimana dikehendaki Bapa dan Putera, "sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang". Dan "Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku".

Hidup dalam Roh berarti hidup dalam bimbingan kuasa Bapa dan Putera sendiri, karena memang Roh Kudus 'diutus oleh Bapa dalam nama-Ku'. Karena itu, kiranya tidak perlu dipertentangkan: apakah kita harus hidup dalam kuasa Roh Kudus atau hidup dalam kasih Yesus; kedua-duanya adalah sama, berbeda hanya dalam pengungkapan, yang semuanya itu menunjukkan kepada kita betapa terbatasnya bahasa insane dalam mengungkapkan rasa dan hidup itu sendiri. Kiranya tidak boleh juga dan memang tidak benar: bila kita membatasi pemahaman hidup dalam Roh itu hanya seturut anugerah-anugerah ilahi yang kita terima, seperti misalnya kefasihan dalam berbahasa roh dan bernubuat; semua itu hanya sebagian anugerah yang ditaburkan Tuhan Yesus bagi umatNya.

Paulus adalah seorang yang kaya akan pelbagai karunia Allah; kefasihan Paulus dalam mewartakan Yesus sang Penyelamat adalah anugerah yang amat mulia dan luhur; dia mampu mewartakan sang Sabda melalui peristiwa dan pengalaman konkrit hidup para pendengarnya, sebagaimana ditampakkan dalam bacaan pertama tadi ketika berjumpa dengan orang-orang di Atena. Katanya kepada mereka: "ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang". Paulus menterjemahkan pengenalan akan Allah melalui peristiwa dan bahasa kehidupan mereka secara langsung.

Ya Yesus, ajarilah kami kehadiranMu yang menyelamatkan, Engkau hadir dalam kuasa RohMu yang Kudus, maka bangkitkalah kami agar kami selalu siap dalam mendengarkan bisikan RohMu yang menyelamatkan. Ya Roh Kudus Allah kurniakanlah ketujuh karuniaMu kepada kami, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening