Sabtu Masa Biasa VIII, 29 Mei 2010

Yud 17.20-25  +  Mzm 63  +  Mrk 11: 27-33

 

"Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?". Tantang orang-orang ahli Kitab, imam-iman kepala dan tua-tua masyarakat kepada Yesus. Karena memang orang-orang yang dituakan di tengah-tengah masyarakat, mereka mempunyai otoritas dalam bidang keagamaan dan social. Apa yang baru-baru saja dilakukan Yesus sungguh-sungguh mencoreng muka mereka, Yesus melangkahi kuasa dan kewibawaan otoritas mereka. Karena waktu masuk bait Allah, 'Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah. Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!'

Ia menggoncangkan tatanan social-ekonomi! Dan lebih-lebih lagi, Yesus menyamakan diri dengan Dia sang Pemilik bait Allah!

Mungkin juga ada kecemburuan social pada diri mereka terhadap Yesus yang ternyata lebih berkuasa dan berwibawa. Bukankah Dia ini bukan keturunan Lewi dan tidak pernah sekolah alkitab?  'Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?' (Mark 6: 3).

"Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!", gertak Yesus balik. Jawaban Yesus sungguh-sungguh gertakan kepada mereka.

Mereka tidak bisa menjawab! Siapakah yang dapat melahan Tuhan? Siapakah yang dapat mempu berdebat dengan Dia? Dia bukan hanya sang Penguasa, Dia Pengatur kehidupan, Dialah kesempurnaan, dan "bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin".

Apa yang dapat kita buat?

Kita semua sekarang ini bukanlah 'orang-orang ahli Kitab, imam-iman kepala dan tua-tua masyarakat', kita adalah orang-orang yang percaya kepada Yesus karena rahmat kebangkitan yang kita terima semenjak kita bersatu dalam sakramen baptis. Yang kita buat adalah meneguhkan diri agar kita semakin percaya dan berserah diri.  Santo Yudas mengajak: "bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal". Sembari meneguhkan mereka yang goyah dalam iman agar merekapun kelak boleh selamat seperti kita semua; tambah Yudas: "tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api". Api yang dimaksudkan adalah situasi tidak selamat.

Yesus yang mahabaik, kuatkanlah iman kami kepadaMu agar kami beroleh keselamatan daripadaMu; juga ajarilah kami berani menerima kenyataan bila ada sesame kami yang lebih baik, lebih mampu berkarya, dan bahkan lebih banyak menerima anugerah dan rahmat daripada kami, sebab pasti semuanya itu adalah kehendakMu sendiri. Yesus, berkatilah kami selalu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening