Sabtu Paskah V, 8 Mei 2010

Kis 16: 1-10  +  Mzm 100  +  Yoh 15: 18-21

 

"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu" pinta Yesus. Dengan memberi perintah, Yesus amat mengandaikan semua muridNya berani melakukannya, dan sepertinya wajib hukumnya untuk dilaksanakan. Bila di luar mereka, yang bukan kelompokNya itu, terjadi pertentangan dan perselisihan sepertinya amat dipahami oleh Yesus, bahkan Ia mengingatkan akan adanya perlawanan terhadap mereka. Yesus mengingatkan: "jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu". Yesus telah mengalaminya terlebih dahulu, dan itu kemungkinan besar akan dialami juga oleh para muridNya. Semuanya itu terjadi karena Dia, karena menjadi pengikutNya, menjadi murid-muridNya, karena namaNya; "semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku".

Mereka  mengadakan perlawanan kepada Yesus dan para muridNya, juga karena memang mereka tidak mengenal siapakah Dia itu, apalagi "mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus"-Nya. Secara sosiologis, memang amat dimengerti mengapa mereka melawan dan menolakNya; mereka mengharap-harapkan kedatangan sang Mesias, Isa al Masih, tetapi ternyata Dia yang hadir sekarang ini tidak sesuai dengan harapan dan gambaran mereka tentang Mesias; Dia malahan sering mengobrak-abrik tatanan social yang sudah mapan dan melawan aturan-aturan yang sudah tertera dalam hukun Taurat dan kitab para Nabi, walaupun harus diakui Dia ini mengajar dengan penuh kuasa dan wibawa, Ia mampu mengadakan mukjizat dan bahkan roh-roh jahatpun takut kepadaNya.

Mengapa mereka tidak ditarik saja oleh Bapa supaya tidak ada perlawanan, bukankah Yesus juga tahu akan itu? Yesus sendiri pernah menyatakan: 'tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku' (Yoh 6: 44).  Bukankah para muridNya adalah orang-orang yang dipilihNya? "Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu".  Allah memang pilih-pilih! Namun, itulah kemauan Allah!

Bacaan pertama pun juga menunjukkan kemauan Allah dalam mewartakan kabar keselamatan. Diceritakan tadi: "setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami! Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana". Ada apa  di Misia? Ada apa juga di Makedonia? Allah sendiri yang tahu!

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami memahami kehendakMu dalam diri setiap orang, terlebih bila tidak sesuai dengan bayangan dan gambaran kami. Yesus, teguhkanlah kami dalam menghadapi kenyataan hidup yang seringkali tidak sesuai dengan cita-cita kami, terlebih bila ada perlawanan terhadap kemauan kami. Yesus, terangilah kami dengan Roh KudusMu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening