Sabtu Paskah VI, 15 Mei 2010

Kis 18: 23-28  +  Mzm 47  +  Yoh 16: 23-28

 

"Aku berkata kepadamu: sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku". Dengan penyataanNya ini, Yesus memberi jaminan kepada semua orang untuk berani meminta dan meminta kepada Bapa, dan permintaan itu akan dikabulkanNya dalam namaNya. Namun "sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu".

Mengapa pada waktu itu mereka tidak meminta sesuatu kepada Bapa? Sepertinya dalam perjalanan Yesus, menurut Yohanes, para murid belum pernah meminta sesuatu dari Yesus. Namun mengapa harus meminta sesuatu dan apakah masih memerlukan sesuatu yang lain, kalau memang mereka berada bersama Yesus? Ada bersama Yesus, sukacita menjadi penuh dan tidak ada yang lain! Dalam Yesus ada segalanya!

'Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami' (Yoh 14: 8) pinta Filipus kepada Yesus. Bukankah ini permintaan Filipus kepada Yesus? Betul memang, ini adalah sebuah permintaan, tetapi permintaan ini sebenarnya adalah sebuah ungkapan sebatas penyadaran diri, karena memang apa yang dia minta telah terpenuhi jauh-jauh sebelumnya, tetapi belum dirasakan sebagai kenyataan hidup. Oleh karena itu, Yesus mengingatkan Filipus dengan menyatakan: 'Filipus, Filipus, telah sekian lama Aku bersama-sama kamu,  namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: tunjukkanlah Bapa itu kepada kami'.

Dalam kebersamaanNya dengan para murid Yesus menegaskan: "Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa". PenyataanNya ini memang telah jauh-jauh dikatakan Yesus sebelum peristiwa kenaikanNya ke surge; penyataanNya sekedar kembali mengingatkan mereka bahwa Dia datang  atas nama Bapa yang mengutusNya, dan Dia tidak berkata-kata atas diriNya sendiri, melainkan dalam nama Bapa yang mengutusNya. Mengapa mengingatkan kembali? Karena memang seluruh rencana Allah telah tersurat dalam Kitab Suci dan dinyatakan oleh para Nabi. Dalam Injil hari raya KenaikanNya ke surge, Yesus pun telah mengingatkan: 'Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga', dan semuanya itu telah dijalani oleh Yesus.

Dalam karya pewartaan para Rasul, guna mempertebal dan melanjutkan iman kepercayaan yang telah ada jauh-jauh dalam Perjanjian Lama, para Rasulpun selalu mengutip Perjanjian Lama dalam pewartaan mereka, sebab 'Aku datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat dan Kitab para Nabi, malahan untuk menggenapinya'. Pengalaman para Rasul itu terungkap tadi juga dalam bacaan pertama: "dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias".

Ya Yesus, semoga kami semakin merasakan bahwa Engkau selalu tinggal dan mendampingi kami, dan juga ajarilah kami selalu tinggal dalam Dikau, tinggal dalam kasihMu. Yesus, ijinkalah saudara-saudari kami yang rindu menikmati kasihMu secara khusus, terlebih mereka saudara-saudari kami yang kini sedang berbaring sakit. Yesus, jamahlah mereka selalu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening