Selasa Masa Biasa VIII, 25 Mei 2010

Pesta Magdalena de Pazzi

1Pet 1: 10-16  +  Mzm 98  +  Mrk 10: 28-31

 

"Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah" kata Yesus kepada para muridNya. Suatu penyataan yang mengagetkan mereka semua, tetapi "segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah". Kiranya apa yang ditegaskan Yesus itu bukan soal mungkin dan tidak mungkin, penegasan Yesus lebih pada betapa sulitnya orang kaya masuk surge, yakni orang-orang yang hidupnya hanya terikat dan berfokuskan pada harta benda. Tuhan yang adalah segala-galanya dalam hidup ini tidak menjadi perhatian pertama dan utama. Amat amat sulit dan bahkan tidak mungkin bisa orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah, 'lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum'.

"Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" kata Petrus

"Aku berkata kepadamu" jawab Yesus, "sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal".

Yesus malahan memperluas arti kelekatan pribadi, bukan saja pada melulu hartabenda tetapi juga relasi dengan sesame, minimal keluarga. Keterpautan seseorang pada  rumah atau ladangnya, saudara laki-laki atau saudaranya perempuan, ibu atau bapanya dan anak-anaknya melebihi perhatiannya kepada Kerajaan Allah yakni Yesus sendiri yang meraja dan berkuasa tidak mendatangkan berkat, tetapi sebaliknya bila perhatian utama hidupnya hanya terarah pada Tuhan ia akan mendapatkan seratus kali lipat: rumah atau ladang, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu ataupun anak, dan bahkan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

Pelepasan diri dari segala bentuk keterikatan adalah sebuah usaha dan perjuangan yang besar, karena tantangan tidak hanya berasal dari dalam diri seseorang, melainkan juga dari orang-orang sekitar, sebab usaha pelepasan itu bukan atas dasar kemauan diri insane, melainkan karena cinta akan Kristus dan InjilNya. Yesus mengingatkan bahwa semuanya itu akan "disertai berbagai penganiayaan".

Usaha pelepasan diri dari segala bentuk keterikatan duniawi dan mengarahkan diri hanya pada Allah Tuhan kita Yesus Kristus disebut Petrus dalam bacaan pertama hari ini sebagai usaha pengudusan diri. Petrus menasehatkan: "hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: kuduslah kamu, sebab Aku kudus". Keterikatan akan hal-hal duniawi tak jarang karena seseorang tak mampu menguasai hawa nafsu hartabenda dan kepuasan diri, walaupun sudah tahu dan mengenal siapakah Empunya kehidupan ini, karena itu Petrus tadi menyebutnya sebagai situasi kebodohan, sebab memang sudah tahu dan mengenal tetapi tidak melaksanakannya.

Ya Yesus, bantulah kami selalu untuk selalu mengarahkan hati dan budi kami hanya kepadaMu, ajarilah kami untuk mencari KerajaanMu terlebih dahulu dalam hidup kami, sebab Engkau pasti akan menambahkan yang lain-lainnya kepada kami. Yesus, bantulah kami, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening