Selasa Paskah VI, 11 Mei 2010

Kis 16: 22-34  +  Mzm 138  +  Yoh 16: 5-11

 

"Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi" tegas Yesus menyambung Injil kemarin yang menegaskan kehadiran Roh Kudus. "Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu". Penyataan ini menegaskan bahwa Dia memang harus pergi, Dia tidak mau tenggelam dalam sejarah harian, Dia harus ditinggikan untuk menarik semua orang dating kepadaNya; dan ada sesuatu yang lebih baik yang harus terjadi karena kepergian Yesus, bukan untuk Dia sendiri, melainkan bagi para muridNya.

'Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi', dan "kalau Roh Kudus datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman". Dia Roh Kebenaran yang diutusNya akan datang dan membawa misi khusus, yakni menginsafkan, mengingatkan atau menyadarkan dunia. Menginsafkan tentang sesuatu yang sudah pernah disampaikanNya.Yesus sudah pernah menyatakan dan menyampaikan semuanya, dan Roh Kudus yang datang akan menginsafkan dunia.

Pertama, "akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku", padahal Yesus sudah menegaskan bahwa tidak ada orang dapat sampai kepada Bapa tanpa melalui Dia, ketidakpercayaan dan penolakan kepada Yesus berarti penolakan akan keselamatan, sebaliknya kepercayaan kepada Yesus mendatangkan keselamatan, sebab iman kepercayaan seseorang kepadaNya mengarahkan dan mengkondisikan diri pribadi kepada keselamatan, ia sudah boleh mencicipi keselamatan, walau belum mencapai kepenuhannya. Intensi pewartaan dan kesaksian adalah keselamatan! seperti pengalaman Paulus dalam bacaan pertama: "percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu"; Paulus tidak meminta orang masuk dalam kelompoknya, dalam agamanya atau menjadi pengikutnya. Ia hanya mengajak supaya orang percaya kepada Kristus yang adalah keselamatan itu sendiri.

Kedua, "akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi". Bagi orang yang percaya dan mengasihiNya, kepergian Yesus membawa sukacita, sebab 'Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia'. Inilah realitas selamat!   Namun bagi mereka yang tidak percaya, mereka yang tinggal dalam kuasa dunia, kuasa dosa dan maut, karena kepergianNya, mereka tidak melihat Dia lagi, sebab Dia ada dalam kemuliaan dan mereka dalam kegelapan.

Ketiga, "akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum", bahkan dibinasakan yakni maut. 'Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat' (1Kor 15: 55-56). Pernyataan 'jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan' sudah tidak bergema lagi, sebab Roh Kristus yang telah bangkit dari alam mautlah yang menghidupkan. Roh Kudus inilah yang memperbaharui dunia.

Inilah yang hendak ditegaskan oleh Roh Kebenaran, sekali bukan hal yang baru, karena Kristus telah menyatakan dan menyampaikannya, dan bahkan Dialah sang Pelaksana dari semua yang terjadi itu; para murid pun sudah tahu, karena itu mereka pun diajak untuk menjadi saksi-saksi kebenaran itu.

Ya Tuhan Yesus, kuasailah kami dengan Roh KudusMu sehingga kami semakin mengerti apa yang benar dan baik bagi kami, dan semoga kami dapat berpikir dengan jernih dan berkata-kata dengan benar. Yesus, berkatilah kami selalu, karena kami telah Engkau percayai sebagai saksi-saksi iman akan kebangkitanMu. Amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening