Selasa Paskah VII, 18 Mei 2010

Kis 20: 17-27  +  Mzm 68  +  Yoh 17: 1-11

 

Yesus menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, sebab Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya". Apakah Yesus pamrih? Apakah Yesus membutuhkan pujian, hormat dan kemuliaan, sehingga Dia meminta untuk dipermuliakan?

Yesus dipermuliakan Allah Bapa yang mengutusNya ketika Dia bergantung di kayu salib! Sebab Ia telah menyatakan segala kehendak BapaNya, Ia telah menyampaikan segala sesuatu yang diketahui dari Sang Bapa, malahan 'Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku". Yesus telah menyampaikan segala sesuatu, dan kini Dia siap sedia dimuliakan dan ditinggikan; Yesus siap sedia dipermuliakan, namun bukan karena kemauanNya, melainkan karena memang kehendak Bapa, karena itulah tadi Dia mengatakan: "permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada"; segala sesuatu diciptakan ada dalam Dia dan untuk Dia, dan sejak semula Dia tahu akan kehendak BapaNya. Yesus siap melaksanakan Bapa, 'Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?' (Yoh 18: 11).

Yesus siap dipermuliakan dan ditinggikan, karena memang Dia akan menarik semua orang datang kepadaNya, supaya di mana Dia berada di situpun mereka berada. Bukankah mereka semua itu datang kepadaNya karena Bapa yang menariknya?  'Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku' (Yoh 6: 44). Yesus juga mempersiapkan mereka dengan jalan mendoakan mereka, agar mereka siap 'ditarikNya' dan berani datang kepadaNya. "Aku berdoa untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka".

Akhirnya Yesus semacam memberi kesimpulan bahwa orang akan beroleh keselamatan yakni bila dia percaya kepadaNya, karena memang Dia Allah yang menjadi manusia sesuai dengan kehendak Bapa. "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus".

Bagaimana dengan kita?

Sebagai keluarga, sebagaimana disebut dalam Novena Pentakosta pada hari ini, kita semua telah disucikan oleh Allah berkat sakramen perkawinan; sejak semula sejak menerima sakramen perkawinan kita dikuduskan oleh Allah, karena memang perjanjian yang kita ikrarkan sebagai suami-isteri kita ucapkan untuk seumur hidup di hadapan Tuhan Allah sendiri, dan Allah memberkati dan menguduskannya; sebagaimana Kristus mempermuliakan Bapa di surge dengan melakukan segala pekerjaan yang diberikan Bapa kepadaNya, demikian kita keluarga-keluarga Kristen ikutserta mempermuliakan Allah bila kita dengan berani dan setia menghayati keluhuran sakramen perkawinan yang telah kita terima semenjak semula, yakni semenjak kita mengikrarkan janji kesetiaan di hadapanNya. Saling mengasihi dalam relasi tritunggal: suami-isteri-anak adalah kehendak Kristus yang telah terlebih dahulu mengasihi kita umatNya. 'Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya'  (Yoh 14: 21).

Keberanian menghayati panggilan hidup dengan setia dan sesempurna mungkin adalah undangan bagi setiap orang, karena memang setiap orang dipanggil kepada kekudusan. Kesetiaan Yesus dalam memuliakan Bapa 'dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya' kiranya menjadi patrun hidup kita yang ingin mengikuti Kristus, yang ingin beroleh keselamatan abadi. Paulus adalah seorang pejuang dalam mengejar keselamatan, ia tidak gentar menghadapi segala, bahkan penyerahan dirinya. Sharing-nya dalam bacaan pertama tadi ia menceritakan: "aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus, dan aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah".

Yesus Engkau mempermuliakan Bapa di surge dengan melakukan kehendakNya, kami bangga kepadaMu ya Yesus, kami bersyukur kepadaMu, dan bahkan berkat pemuliaanMu itu kami beroleh keselamatan. Kami mohon kepadaMu, bantulah kami agar kami pun siap mempermuliakan Engkau dalam setiap langkah hidup kami. Yesus, bantulah kami selalu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening