Senin Masa Biasa IX, 31 Mei 2010

Maria Mengunjungi Elizabeth

Rom 12: 9-16  +  MT Yes 12  +  Luk 1: 39-56

 

"Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya". Suatu pengalaman yang amat indah dan mengesankan. Sebuah sapaan salam yang menggerakan dan menyemangati kehidupan. Elizabeth mengakui sungguh-sungguh adanya suatu gerakan dan ungkapan sukacita dalam dirinya, dalam diri anak yang dikandungnya. "Sungguh, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan".

Sapaan, dan bahkan senyuman itu menyemangati orang lain yang kita jumpai, membuka lembaran komunikasi baru sehingga terus berlanjut dan berkembang, sapaan dan senyuman melangsungkan kehidupan. Ketidakmauan dan ketidakpedulian dalam menebar sapaan dan senyuman membuntu segala kesempatan hidup untuk tumbuh dan berkembang, dan semuanya ini juga tidak sejalan dengan kemauan Yesus Tuhan yang selalu merangkul kehidupan dengan selalu berkata 'damai sejahtera bagimu'. To say hallo,  sekarang ini sepertinya sudah menjadi bentuk kesaksian yang mendasar, sebab bagaimana dapat berkata-kata tentang 'Dia hidup!' guna membangun komunitas kehidupan, bila tebaran sapaan dan senyuman amat miskin.

Kegembiraan dan sukacita Elizabet memang amat beralasan. Ia bergembira dan bersukacita karena dia menerima kehadiran seseorang yang terberkati, seseorang yang mulia, tidak seperti dirinya. Elizabeth mengakui siapakah dirinya dan Elizabeth mengakui seseorang yang hadir di depannya itu: "diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?".

Elizabeth bergembira dan bersukacita karena dia menerima kehadiran seorang Maria, ibu  Tuhan, dan bahkan lebih dari itu ia menerima kehadiran Tuhan Yesus sendiri yang telah lahir dalam rahim hati Maria. Kehadiran Tuhan selalu membawa sukacita bagi setiap orang. Karena itu, sudah layak dan sepantasnya kita yang mau meneladan Maria dalam mengikuti Yesus sang Putera harus berani membawa Tuhan Yesus dan membaginya kepada setiap orang yang kita kenal dan kita temui.

Membagi Yesus? Bukankah Yesus berkuasa hadir dalam diri setiap orang?

Benar! Membagi Yesus dalam hidup keseharian, karena memang itulah kodrat seseorang yang mau mengikutiNya. Maria mengunjungi Elizabeth, bukan hanya karena digerakan oleh naluri insaninya yang ingin melayani Elizabeth yang lebih berusia daripadanya, tetapi lebih dari itu, Maria telah menerima kehadiranNya dan ia merasakan bahwa semuanya itu karena kebaikannya, melainkan karena kuasaNya sendiri. Ia mau berbagi Tuhan Yesus yang dialaminya, karena Yesus sendiri, karena imannya. Kunjungan Maria kepada Elizabeth adalah kunjungan orang beriman!

Dalam kunjungan itu, Maria mengungkapkan imannya dengan berkata: "jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus".

Kitapun diundang untuk membawa dan berbagi Yesus kepada semua orang yang kita jumpai? Hanya to say hello?  Lalu 'apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?' (Mat 5: 47).

Membawa dan berbagi Yesus kepada semua orang menurut Paulus dalam bacaan pertama tadi berarti: "menjauhi yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama".

Ya Yesus, dalam pesta hari, kami Engkau ajak kami untuk berbagi sukacita, bukan saja sebagai sikap belaskasih antar sesame, melainkan lebih mewartakan kehadiranMu sendiri yang menyelamatkan. Yesus, teguhkanlah hati kami, demikian juga saudara-saudari kami yang berkarya dalam bidang kemanusiaan, semoga Engkau selalu meneguhkan mereka dengan kasihMu yang menyelamatkan, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening