Senin Masa Biasa VIII, 24 Mei 2010

1Pet 1: 3-9  +  Mzm 111  +  Mrk 10: 17-27

 

"Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja" komentar Yesus terhadap orang yang memanggil Dia 'Guru yang baik'. Dengan mengatakan 'tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja', Yesus mengarahkan setiap orang untuk berpaling hanya pada Allah, sebab kebaikan itu tidak boleh berhenti pada batasan-batasan insane melulu, melainkan harus terarah dan hanya seperti Allah!

Semua perintah Allah seperti: jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu sudah dipenuhi, bahkan orang tadi menambahkan bahwa "semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku". Memang sepertinya semuanya itu sudah cukup, orang itu sudah layak dan pantas untuk menerima hidup kekal.

Itulah pikiran kita manusia. Kita mengukur diri kita sendiri, padahal yang menentukan keselamatan hidup kekal adalah Tuhan Allah sang Pencipta, bukan kita manusia ciptaanNya. Dan Dia tahu benar siapakah kita masing-masing ciptaanNya! Karena itu, kepada orang yang bermaksud baik itu, Yesus menegaskan: "hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku". Yesus tidak menegur dia, Yesus tidak memarahinya, "Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya".

"Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya". Mendengar kata-kata Yesus yang menaruh kasih kepadaNya, bukannya dia semakin terpaut kepadaNya, malahan dia berpaling dan menjauh daripadaNya. Dia meminta, namun ketika mendapatkan, dia berpaling dan berlari daripadaNya, dia meminta tapi menolak, dia meminta yang tidak seturut kemauannya. Semuanya terjadi karena memang hatinya tidak  pada Yesus, tetapi pada kekayaannya. Yesus amat-amat memahaminya, karena itu Ia menegaskan kepada murid-muridNya: "alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah".

Sambung Yesus: "anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah". Orang kaya diingatkan agar mereka tidak tenggelam dalam kekayaan, sebab kekayaan itu bertentangan dengan Kerajaan Surga. Semua dapat dibeli oleh kekayaan: rumah dan dunia ini, hokum dan keadilan, jabatan dan kuasa, termasuk nyawa seseorang! Awas, ada mafia! Namun untuk masuk Kerajaan Allah, kekayaan harus ditinggalkan.

Apakah kita harus miskin? 'Barangsiapa tidak bekerja janganlah ia makan', kita cari harta benda, kita atur dan kita kendalikan semuanya itu, bukan sebaliknya kita yang diatur oleh hartabenda; yang hidup harus menguasai yang mati. Di sinilah iman kepercayaan harus berbicara; keselamatan dan hidup kekal yang kita cari, maka keselamatan itulah yang kita utamakan dan bukan yang lain. Sekali lagi, di sinilah iman berbicara dan diuji. Santo Petrus dalam bacaan pertama mengingatkan: "bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu".

Ya Yesus, terima kasih atas segala kebaikan yang boleh kami terima daripadaMu. Semoga semuanya itu membuat kami semakin terpikat akan Engkau, dan bukan pada pemberian-pemberianMu. Tuhan Yesus, ingatkanlah kami selalu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening