Senin Paskah V, 3 Mei 2010

Pesta Filipus dan Yakobus

1Kor 15: 1-8  +  Mzm 19  +  Yoh 14: 6-14

 

 "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami", komentar spontan Filipus ketika Yesus menyatakan: "sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia".

Entah kenapa Filipus bertanya demikian? Bukankah Yesus baru saja menyatakan: "barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku,…. dan bahwa Bapa yang mengutus Aku"? Apakah dia memang lupa akan kata-kata Yesus? Atau ia memang kurang menaruh perhatian? Apakah panggilan Yesus secara khusus kepadanya 'Ikutlah Aku!' (Yoh 1: 43) sudah terlupakan? Bukankah dia yang mengajak Natanael menjumpai Yesus: 'kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret' (Yoh 1: 45); bukannya tindakannya ini membuktikan bahwa Filipus amat perhatian kepada Yesus? Apakah dia lupa bahwa Yesus juga menaruh perhatian kepadanya sehingga Dia mencobainya dengan mengatakan: 'di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?' (Yoh 6: 5)

Jawab Yesus kepadanya: "telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: tunjukkanlah Bapa itu kepada kami?". Lebih lanjut Yesus mengatakan: "tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya".

Yesus menyatakan siapakah diriNya sebenarnya: Ia ada di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Dia. Dia dan Bapa adalah satu. Dengan demikian semakin terbukalah pengenalan Filipus kepada Yesus; ia diingatkan kembali akan pengenalannya sebelumnya yang kiuang sempurna, tetapi sekaligus diperbaharui bahwa: Dia ini memang anak Yusuf, tukang kayu di kota Nazareth, tetapi memang Dia ini adalah Yesus 'Allah yang Menyelamatkan', sebab Dia datang ke tengah-tengah umatNya dan menjadi manusia dan tinggal di antara kita, dan Dia hanya melakukan segala sesuatu yang menjadi kehendak Bapa yang mengutusNya.

Komentar Filipus seharusnya kita sebut sebagai klarifikasi iman, sebab memang pengenalannya dimurnikan dan disucikan, agar dapat mengenal dengan tepat dan benar siapakah Dia Yesus itu. Sangat baik kiranya kalau kita juga berani mengadakan klarifikasi iman agar kita semakin mengenal dan mengenal Yesus yang telah bangkit dan hidup itu. Caranya? Tiada lain dan tiada bukan adalah dengan mendengarkan SabdaNya, Sabda Tuhan sendiri. Konkritnya adalah dengan membaca Kitab Suci, sebab seluruh Kitab Suci berbicara tentang Dia; seluruh Kitab Perjanjian Lama mengarahkan semua orang pada Dia yang memang akan datang ke tengah-tengah dunia guna menyelamatkan manusia. Paulus yang telah fasih dalam Kitab Suci menegaskan dalam bacaan pertama: "oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu -- kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci".

Ya Tuhan Yesus, Engkau menggembirakan kami dengan pengalaman Filipus yang menantang kami untuk selalu berani bertanya dan bertanya kepadaMu. Kuasailah kami dengan Roh KudusMu, agar kami semakin mengenal Engkau melalui Kitab SuciMu. Yesus, bantulah kami selalu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening