Senin Paskah VI, 10 Mei 2010

Kis 16: 11-15  +  Mzm 149  +  Yoh 15:26 – 16:4

 

"Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku" kata Yesus. Penyataan Yesus ini menegaskan bahwa Roh Kudus itu adalah Roh Kebenaran, Ia akan berkata-kata tentang kebenaran, yakni sebuah kesaksian tentang Yesus. Roh Kudus akan meneguhkan dan menegaskan lagi siapakah Yesus Kristus itu dan melanjutkan apa yang pernah disampaikan Yesus kepada para muridNya. Para muridpun harus berani bersaksi karena merekalah yang hidup dan tinggal bersama Kristus Yesus. 'Tuntutan' inilah yang kiranya menjadi kepercayaan dan keteguhan para murid dalam karya pewartaan. "Kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia" (Kis 5: 32).

'Kamu juga harus bersaksi'! Kita pun diminta untuk bersaksi, walau kita tidak 'dari semula bersama-sama dengan' Dia; jujur kita bukan saksi sejarah, dan memang bukannya hal  itu yang diminta Yesus. Kita semua yang percaya kepadaNya adalah saksi-saksi iman kebangkitan! Berkat sakramen baptis, kita hidup dalam kematian dan kebangkitanNya. Selama kita menghayati, merasakan dan menikmati rahmat kematian dan kebangkitanNya itu kita adalah saksi-saksi Kristus, dan Roh Kudus akan membantu kita dalam menikmatiNya.

Apa upahNya?

Yesus tidak berbicara tentang upah! Yesus malahan berbicara tentang resiko yang akan diterima. Sabda Yesus: "kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku". Kenyataan pahit sungguh-sungguh akan mereka terima; mereka harus menyerahkan nyawa, 'tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih seorang yang menyerahkan diri bagi sahabat-sahabatNya'. Lebih lanjut, kenyataan pahit ini sepertinya sebuah rumusan yang memang harus terjadi, sebab 'setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah'. Mereka tidak merasa bersalah sedikitpun, sebab mereka merasa melakukan semuanya itu sebagai tanda bakti, demi kemuliaan Allah.

Mereka berbuat demikian karena mereka tidak mengenal sang Putra dan Bapa yang mengutusNya. Mengapa Yesus membiarkan semua itu? Mengapa semuanya itu harus terjadi? Hanya Yesus yang tahu! Yang jelas sebagaimana 'dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu', demikian juga resiko kematian yang harus dihadapi oleh mereka semua, dan juga oleh kita yang menjadi saksi-saksi imanNya, bukankah 'tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih seorang yang menyerahkan diri bagi sahabat-sahabatNya'?

Yesus tidak menghendaki para muridNya terbunuh sebagai martir sebagaimana pesan Injil hari Jumat kemarin. Menjadi saksi iman adalah panggilan hidup, sebagai tindakan nyata dari kasih yang memberi, menghargai dan melayani sesame; 'dibenci dan dibunuh' oleh dunia adalah sebuah resiko dari sebuah kasih yang luhur itu, yang semuanya itu telah dialami oleh Yesus terlebih dahulu. Barangsiapa mau menjadi muridKu, ia harus berani menyangkal diri, memanggul salib dan mengikuti Aku, tegas Yesus.

Ya Yesus, buatlah kami menjadi saksi-saksi cintaMu yang menyelamatkan dunia, dan semoga kami pun selalu siap sedia menghirupi RohMu sendiri yang kudus, agar hidup kami menjadi kudus seperti Engkau sendiri kudus, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening