Senin Paskah VII, 17 Mei 2010

Kis 19: 1-8  +  Mzm 68  +  Yoh 16: 29-33

 

Kata murid-murid-Nya kepada Yesus: "lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah". Ungkapan para murid ini sungguh-sungguh aneh! Aneh, dikarenakan Yesus berbicara terus terang dan tidak memakai kiasan! Padahal sebelumnya Yesus juga selalu berbicara terus terang, Ia tidak bicara sembunyi-sembunyi, sesekali Ia menyampaikan ajarannya dengan bahasa kiasan atau perumpamaan, Ia tidak terus-menerus berbicara dalam perumpamaan. Lagi ada pula ada banyak pekerjaan Yesus yang membuktikan bahwa Ia sungguh-sungguh orang yang diutus Allah, Ia mengajar dengan punuh kuasa dan Ia mampu mengadakan banyak mukjizat dan mengusir setan. Semuanya itu tidak menggugah kepercayaan mereka.

Terasa aneh dan janggal kalau baru sekarang ini mereka percaya kepadaYesus sebagai yang datang dari Allah, Yang diutus Allah, hanya gara-gara Dia tidak memakai bahasa kiasan!

"Sekarang kalian percaya?" tegas Yesus. Dia tidak mempersoalkan kejanggalan mereka. Ya, mungkin hanya sampai di situlah SDM mereka ini. Yesus tidak banyak menuntut. Sepertinya Yesus bersyukur dalam hatiNya karena ternyata mereka bisa percaya sekarang.

"Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang", tegur Yesus kepada para muridNya, "kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia".

Yesus memberi jaminan kepada mereka semua, bahwa memang semuanya akan tetap terjadi, perlawanan dan penolakan akan tetap mereka rasakan, karena memang tidak berasal dari dunia, dan dunia tidak mengenal Dia. Namun Yesus telah mengalahkan dunia berkat kematian dan kebangkitanNya dari alam maut. Hal inilah yang kiranya membuat hati Yesus tadi bersyukur, karena kepercayaan mereka bisa  bangkit dan mengemuka; iman kepercayaan mereka kepadaNya mendatangkan keselamatan. Dan semuanya ini memang telah pernah diingatkanNya jauh-jauh sebelumnya. Tegas Yesus: "Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu" (Yoh 8: 24). Di tengah perjuangan Yesus menyampaikan kabar sukacita, ternyata iman itu tumbuh juga.  "Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Luk 18: 8).   Pasti ada!

 

Ya Yesus, ajarilah kami untuk selalu berani meminta bantuan daripadaMu, karena kami ini sering melupakan diri akan keterbatasan diri, kami lupa bahwa SDM kami amat rendah dalam memahami keagungan karyaMu; ajarilah kami menyempurnakaan ketidakberdayaan kami dengan berani memohon bantuan daripadaMu. Ya Roh Kudus, sadarkanlah budi pekerti kami akan kehendakMu itu agar kami tidak hanya mengandalkan kekuatan diri, melainkan berani memohon bantuan daripadaMu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening