Jumat, 11 Juni 2010

Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus

Yeh 34: 1-16  +  Rom 5: 5-11  +  Luk 15: 3-7

 

Sangat wajarlah bila seseorang mengasihi sesuatu yang dimiliki, sebaliknya bila ia tidak menyenanginya maka ia akan mengabaikan dan bahkan membuangnya. Seseorang suka akan sesuatu yang dimilikinya, apalagi sesuatu yang amat berharga. Yesus pun pernah mengingatkan: 'di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada' (Mat 6: 21).

Demikianlah seorang gembala terhadap domba-dombanya. Ia malahan berani berhadapan dengan kawanan serigala yang mengacaukan kawanan dombanya. Bila ada dombanya yang tersesat, ia akan mencarinya, karena ia mengenal satu per satu kawanannya. Yesus juga menegaskan dalam Injil hari ini: "siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?".

Mengapa dia mencarinya? Karena domba-domba itu adalah miliknya!

Demikian juga kasih Tuhan kepada kita umatNya, dan bahkan lebih dari itu. "Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya", sabda Tuhan dalam bacaan pertama tadi.

Tuhan Allah bertindak demikian, karena kita semua adalah umatNya. Kita manusia semua adalah miliknya, domba penggembalaanNya. Tuhan sangat memiliki kita umatNya, karena memang Dialah yang sang Pencipta, Dia 'Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka' (Kej 1: 27).

Dan lebih lagi, Dia tidak hanya mencipta, tetapi juga menebus dan menyelamatkannya; sebab Allah adalah Kasih, dan semuanya itu dilakukan di dalam diri Yesus Kristus, PuteraNya. Dalam bacaan kedua tadi santo Paulus menuliskan: "Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa". Kristus menjadi tebusan bagi semua orang.

Itulah kasih sang Gembala kepada umatNya, kawanan domba-dombaNya. Dan semuanya itu tampak nyata memang dalam kehadiran sang Kristus, Gembala Agung. Ia terus-menerus mencari dan mencari dombaNya yang hilang. Ia mendatangi orang-orang berdosa dan makan bersama dengan mereka. Ia memanggil dan merangkul mereka, karena Dia tidak menghendaki umatNya, kawanan dombaNya hilang dan tersesat. 'Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa' (Mrk 2: 17). Semuanya ini terjadi, karena sang Gembala Agung ini mempunyai hati kepada umatNya, malahan hatiNya yang suci dan mulia itu menumpahkan darah, dan berkat darahNya yang melimpah ini semua orang beroleh keselamatan. "Kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah" kata Paulus tadi.

Karena itu, datangnya kembali sang kawanan untuk mendengarkan Dia, kemauan untuk didamaikan dengan Allah, menjadi sukacita besar di surge. "Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan".

Hari Raya Hati Kudus Yesus mengingatkan kita akan kebesaran dan keluhuran hati sang Gembala yang telah mendamaikan kita semua. Merayakan keluhuran hatiNya berarti mengakui dan mengimani bahwa Tuhan Allah itu sungguh baik, memperhatikan dan menyelamatkan umatNya. Kita patut bersyukur kepadaNya, tulis Paulus tadi. "Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu".

Ya Hati Kudus Yesus, ubahlah hati kami ini menjadi hatiMu sendiri agar kami merasakan sukacita dan damai; kami berani memohon karena Engkau murahati dan penuh kasih sayang kepada semua orang. Ya Yesus, sucikanlah hati kami, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening