Jumat Masa Biasa XI, 17 Juni 2010

2Raj 11: 1-4.9-18  +  Mzm 132  +  Mat 6: 19-23

 

Mempunyai banyak harta itu sungguh menyenangkan. Apa yang kita perlukan, apa yang kita inginkan bisa kita beli dan kita dapatkan. Inilah yang menyenangkan dengan harta yang kita miliki; semuanya dapat terpenuhi.

Namun janganlah sampai di sini? Biarlah harta kami tetap utuh, dan bahkan bertambah dan bertambah. Keinginan inilah yang tak jarang membuat orang tenggelam dalam harta kekayaan. Keinginan itu baik adanya! Namun amat disayangkan, bila seluruh isi kehidupan ini hanya diarahkan pada harta dan kekayaan. Hidup tidak bergantung pada berlimpahnya harta kekayaan. Ada keluarga, ada tetangga, ada kesehatan, ada alam semesta, ada keadilan dan damai, ada doa dan sabda, ada Tuhan! Semuanya ini kita perlukan juga dan janganlah kita abaikan, agar hidup kita ini lebih hidup. Bisakah kita hidup lepas bebas dari keluarga atau komunitas? Bisakah kita menikmati kelimpahan rejeki, namun harus berbaring karena sakit? Bila kita sudah berkecupan harta, masih perlukah kita akan oksigen dan aneka tanam-tanaman? Bisakah kita menikmati kelimpahan rejeki dalam situasi pertengkaran dan peperangan? Yakinkah kita dapat mendapatkan keselamatan abadi dengan menyimpan harta sebanyak-banyaknya untuk membelinya dari Tuhan?

Harta itu harus kita jaga dan kita olah. Kelihaian dan kecerdikan amatlah perlu. Kalau hari ini Yesus meminta kita: "janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya", Yesus bukannya melarang kita mencari dan menyimpan harta. Harta itu amat labil dan tak menentu; harta yang melimpah mampu memberdaya sang pemiliknya, bila memang sang pemilik tidak mempunyai manajemen yang kuat untuk mengelolanya. Harta benda mampu menyedot hidup seseorang dan orang-orang yang ada di sekelilingnya, "di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada"; seseorang bisa menjadi buta memandang sekelilingnya, bila memang tidak mampu menguasai harta yang dimilikinya dan tidak mempunyai akuntasi yang kuat.

"Kumpulkanlah juga bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya", sebab hatimu pun juga akan terarah ke sana, sebab keabadian akan menjaga dan merawatnya, dan hati akan beroleh ketenangan. Menyimpan harta di surge berarti menyatukan harta kepemilikan kita ini dengan sang Empunya kepemilikan hidup  kita, Tuhan Bapa sang Kehidupan.

Menyimpan harta di surge membuat jiwa seseorang tenang dan damai, sekaligus mengendalikan gejolak jiwa untuk mencari-cari kepuasan diri. Bukankah mata tak mudah berhenti memandang, telinga tidak puas mendengar dan lidah tak jenuh berkata, hidung tidak puas mencium. Itu gejolak inderawi manusia. Itulah kepuasan!

"Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu" tegas Yesus. Harta yang tersimpan di surge membuat mata memandang ke surge, sebaliknya harta benda yang mampu menguasai diri seseorang akan membuat mata buta memandang. Karena itu, tambah Yesus: "jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu".

Ya Yesus, buatlah hati kami selalu memandang Engkau yang bertakhta di surge, dan buatlah kami untuk selalu berani bertanya kepadaMu dalam setiap melangkahkan kami kepadaMu. Yesus, berkatilah kami selalu, kami serahkan harta ini kepadaMu, jagalah kami selalu, amin.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening