Kamis Masa Biasa XI, 17 Juni 2010

Sir 48: 1-14  +  Mzm 97  +  Mat 6: 7-15

 

Bila kamu berdoa, kata Yesus:  "janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya".

Mereka tidak mengenal Allah, tapi koq berdoa?  Mereka berdoa kepada Baal. Dan mereka tidak tahu dengan baik siapakah Baal itu. Banyak orang hanya ikut-ikutan saja; minimal pemahaman mereka tentang Baal itu: menuntut penyembahan pada dirinya dan menurunkan petaka. Elia pernah menantang umatnya dengan berkata: 'berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia' (1Raj 18: 21). Mereka masih meraba-raba adakah dan siapakah Allah itu, layaklah kalau mereka berdoa itu bertele-tele.

Yesus mengenalkan Bapa yang penuh kasih dan murah hati kepada semua orang, dan malahan menegaskan bahwa semua orang adalah anak-anak Bapa di surge bila kita berani meneladanNya. KataNya: 'kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar' (Mat 5: 44-45).

Orang yang yakin bahwa Tuhan Bapa di surge itu baik dan murah hati akan mengetuk pintu hatiNya, ia hanya mengetuk dan mengetuk, karena ia yakin 'barangsiapa mengetuk pintu akan dibukakan, dan barangsiapa meminta ia akan menerima', dan ia percaya bahwa Bapa itu tahu akan apa yang menjadi kebutuhan anak-anakNya. Yesus mengajarkan kepada kita hari ini bagaimana mengetuk pintu hati Bapa yang penuh kasih itu. Jika kamu berdoa, berdoalah demikian:

Bapa kami yang di sorga,

Dikuduskanlah nama-Mu,

datanglah Kerajaan-Mu,

jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

dan ampunilah kami akan kesalahan kami,

      seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,

                          tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.

Engkaulah yang Empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan

                                     sampai selama-lamanya. Amin.

 

Bagaimana kita dalam mendoakan doa Bapa Kami ini?

Tidak sedikit orang mendoakannya sekedar sebagai rumusan penutup yang memberi kesimpulan dan yang menyempurnakan segala bentuk doa dan pujiannya. Itu sudah benar! Namun amatlah baik kalau kita mendoakan secara meditative, mengunyahnya perlahan-lahan dan menikmatinya. Kita akan semakin merasakan bahwa Bapa yang kudus dan sempurna itu sungguh-sungguh memperhatikan umatNya dan melimpahkan sukacita yang membebaskan; karena memang Dialah sang Empunya kehidupan sekarang dan selama-lamanya.

Bapa kami yang di sorga, Ia bertakhta di surge, karena di sanalah memang realitas keselamatan secara penuh dan lepas dari unsur-unsur keduniaan. Ia mengundang setiap orang untuk datang ke sana, dan di sana memang 'banyak tempat'.

Dikuduskanlah nama-Mu, sebab memang Engkau kudus dan mulia. Sembah bakti kami memang tidak menambah kemuliaan dan kekudusanMu, namun semua itu berguna bagi keselamatan diri kami.

datanglah Kerajaan-Mu, sebab dalam penguasaanMu kehidupan sungguh terasa; datanglah ya Tuhan, datanglah.

jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Dalam surge, hanya kehendakMulah yang berkuasa dan memerintah, semoga demikian juga di bumi ini, dan nyatalah kehadiran kerajaanMu.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, kami memang telah bekerja dan bekerja, namun kami yakin dengan penyertaanMu kami akan banyak beroleh rahmat dan berkat, suruhlah kami selalu untuk berani menebarkan jala ke tempat yang lebih dalam agar kami banyak mendapatkan hasil.

dan ampunilah kami akan kesalahan kami,  seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; sebab hanya demikianlah kami merasakan pengampunanMu, dan di situlah kami berbagi kasih dengan sesame kami.

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,  tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat, sebab kami manusia yang lemah dan tak berdaya, kami mudah jatuh dalam kepuasan diri. Bapa, selamatkanlah kami.

Engkaulah yang Empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening