Kamis Masa Biasa XIII, 1 Juli 2010

Am 7: 10-14  +  Mzm 19  +  Mat 9: 1-8

 

Kedatangan orang-orang membawa orang lumpuh  kepada Yesus pasti tujuannya adalah minta disembuhkan! Adakah kemungkinan untuk mendengarkan Dia berkotbah? Amatlah kecil!

Namun yang dikatakan Yesus kepada orang lumpuh itu: "percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni". Gemparlah mereka semua, "Ia menghujat Allah" teriak mereka. Dan Yesus tahu apa yang mereka maksudkan, dan nampaknya memang sengaja Yesus mengatakan hal itu. Karena itu Dia menyambung: "manakah lebih mudah, mengatakan: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah dan berjalanlah?". Bagi Yesus khususnya memang lebih mudah mengatakan 'bangun dan berjalanlah', karena memang itu lebih ringan bagiNya dan tentunya itu tidak akan berdampak adanya suara sumbang; bukankah Yesus itu adalah seorang Guru yang berkuasa. Namun "supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa", maka Ia menyatakan hal itu. Sebab Dia adalah Tuhan yang menjadi manusia, Dialah Allah yang berbelaskasih dan mahamurah.

Dengan mengatakan 'dosamu sudah diampuni', Yesus memang menyatakan siapakah diriNya sesungguhnya. Dia bukan orang yang berkuasa dan pandai mengadakan mukjizat, dan memang Dia datang bukan untuk menyembuhkan orang atau membuat mukjzat. 'Aku datang bukan untuk menghakimi dunia melainkan untuk menyelamatkan, Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'. Sasarannya amat jelas, Ia hendak menyelamatkan. Orang yang selamat adalah orang yang bebas dari kuasa dosa dan dia dekat dengan Allah. Orang itu selamat bukan karena dia sakit atau sehat, kaya atau miskin, laki-laki atau perempuan, tua atau muda. Dan tentunya, keselamatanlah yang harus didahulukan dan lebih penting daripada kesehatan ataupun kekayaan! Walaupun belum banyak orang menyadarinya.

Seharusnya para ahli Kitab itu tahu siapakah Yesus itu! Siapakah Mesias yang dinanti-nantikan oleh bangsa Israel! Karena memang hokum Taurat dan kitab para Nabi telah menubuatkan tentang Dia. Seandainya mereka tidak tahu, itu adalah suatu kebodohan! Dan itu adalah kekonyolan, kalau mereka sudah tahu tetapi menolakNya!

Kejadian semacam ini memang sering berulang. Amazia seorang imam di Betel, sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama,  dengan tegas ia melawan Amos, seseorang yang menyampaikan kebenaran, katanya: "pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana! Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan". Ia berdalih (bac: bersumpah) demi Betel sebagai kota kudus untuk melawan kebenaran. Suatu keberanian melawan kebenaran, dan tentunya tidak mendatangkan keselamatan, melainkan kebinasaan.

Amos tanpa takut tetap menyatakan dengan jujur apa yang dipesankan sang Kebenaran kepadanya: "aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel. Maka sekarang, dengarlah firman TUHAN!: isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan".

Sabda Tuhan memang amat pahit dan sangat tidak menyenangkan hati bagi orang yang berkecimpung dalam dosa dan kejahatan!

Ya Yesus, Engkaulah Mesias yang membawa keselamatan, biarkanlah kami hari demi hari semakin mengenal Engkau dan dekat dengan Engkau, agar kami beroleh keselamatan daripadaMu. Yesus berkatilah semua orang yang merindukan keselamatan daripadaMu.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening