Minggu, 6 Juni 2010

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Kej 14: 18-20  +  1Kor 11: 23-26  +  Luk 9: 11-17

 

Ketika orang-orang masih tetap mengikuti Yesus padahal hari sudah mulai malam berkatalah para muridNya kepada Yesus: "suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi". Suatu permintaan yang amat wajar, karena mereka memang tidak siap siaga dengan kedatangan banyak orang, mereka tidak menyediakan konsumsi untuk mereka semua.

"Kamu harus memberi mereka makan!" jawab Yesus kepada mereka. Memberi mereka makan? Kaum laki-laki saja ada lima ribu orang, belum terhitung kaum ibu dan anak-anak. "Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini" sahut mereka. Sepertinya mereka siap sedia dan berani memberi makan orang sebanyak itu.

Terlalu berani dan sekedar omong saja mereka itu! Mungkin di jaman sekarang ini, dan  hanya di kota besar, kita dapat menyediakan makanan dalam waktu yang begitu cepat, dan itupun memakan biaya relatif besar; bagaimana mungkin pada waktu itu mereka keduabelas murid dapat menyediakan makan secepat mungkin? Mereka kuatir, karena hari sudah malam dan semua orang dalam keadaan lapar, sehingga mereka meminta supaya sang Guru menyuruh orang-orang segera pulang, namun sekarang mereka bersedia menyiapkan makanan dengan terlebih dahulu membelikannya. Ini bukan keberanian iman, tetapi kebodohan belaka dan sekedar ucapan 'asal bapak senang' saja!

Yesus tahu pasti gaya bicara para muridNya, tetapi Dia tidak marah! Sebaliknya, Yesus malahan mengcover keterbatasan dan kelemahan para muridNya itu dengan mengatakan: "suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok".

Setelah mereka duduk semua dengan tertib, Yesus "mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang". Yesus membuat segala-galanya menjadi baik adanya.

Inisiatif mengingatkan Yesus supaya segera menyuruh pulang banyak orang adalah hal yang bagus dan patut dibanggakan. Namun mengapa mereka menyatakan siap membelikan banyak orang makanan, bukankah mereka tahu bahwa daerah mereka itu sepi jauh dari keramaian? Sepertinya mereka belum bisa mengenal dan menerima kenyataan yang ada! Terlebih mereka belum mengenal sungguh siapakah Orang yang dihadapinya, padahal Dia beberapa kali telah mengadakan mukjizat dan tanda-tanda agung!

"Kamu harus memberi mereka makan!". Itulah perintah Yesus juga bagi kita semua.

Apakah kita sebagai Gereja umatNya juga memberi makan kepada orang lain?

Dalam kaitannya dengan hari raya kali ini, Gereja harus tetap dengan setia memberi makan kepada anggotanya, Gereja harus semakin gencar mengundang dan mengundang umatNya untuk menikmati santapan surgawi yang memberi keselamatan yakni Tubuh dan Darah Kristus, "sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang". 'Memberitakan kematian Tuhan' berarti menikmati kematian dan kebangkitanNya sendiri yakni keselamatan, merasakan dan menghayati makna keselamatan itu, sembari membagikannya kepada orang lain agar turut serta dalam keselamatan itu.

Kiranya, hari raya Tubuh dan Darah Kristus semakin mengingatkan kita bahwa kita tak bisa hidup tanpa makan dan minum, demikian juga kita tidak bisa hidup kekal tanpa menikmati santapan surgawi mulai sekarang ini. Menerima dan menikmati Tubuh dan DarahNya berarti membiarkan hidup kita diubah dan dikuasai oleh Yesus sendiri.

Ya Tuhan Yesus, Tubuh dan DarahMu sungguh-sungguh makanan dan minuman demi keselamatan kami. Buatlah kami setia menerima komuni kudusMu dan semakin merindukanNya, demikian hiburlah saudara-saudari kami yang setiap hari hanya bisa menerima komuni kerinduan dalam dirinya, semoga rahmat penghiburan mereka terima dalam hidup keseharian mereka.

Yesus, ajarilah kami juga untuk setia memberikan makan kepada orang lain, terlebih mereka yang berkekurangan. Yesus, berkatilah mereka selalu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening