Minggu Masa Biasa XIII, 27 Juni 2010

1Raj 19: 16.19-21  +  Gal 5: 1.13-18  +  Luk 9: 51-62

 

Orang Yahudi meremehkan dan memandang hina orang-orang Samaria, dan menganggap mereka orang-orang yang tidak mengenal Allah. Orang Yahudi dan orang Samaria itu bermusuhan. Wajarlah orang-orang Samaria tidak mau menerima Yesus dan menolakNya untuk melalui perkampungan mereka. Menerima Yesus melalui perkampungan mereka berarti menerima musuh. Tidak layak menerima musuh, tetapi 'bencilah musuh-musuhmu'.

Itu dahulu jaman orang-orang Samaria, bagaimana sekarang?

Wajar juga dua murid Yesus, yaitu Yakobus dan Yohanes, marah dan jengkel melihat Guru mereka ditolak oleh orang-orang Samaria, kata mereka: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?". Kedua murid itu memang semakin mengenal siapakah GuruNya itu; Yesus baru saja menampakkan kemuliaanNya bersama kedua Nabi besar: Musa dan Elia. Wajarlah bagi kedua murid itu untuk membela Guru dan Tuhan mereka! Tidak layak orang menolak dan menghina Tuhan, mereka harus dihukum dan dibinasakan!

Ternyata yang  baik di mata manusia itu tidak selalu benar di hadapan Tuhan. "Yesus berpaling dan menegor mereka", dan tidak membenarkan permintaan dan tindakan mereka. 'Aku datang bukan untuk menghakimi dunia melainkan untuk menyelamatkan, Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'.

Masihkah adakah orang-orang di antara kita yang bersikap seperti Yakobus dan Yohanes tadi?  Tidak perlu membela Tuhan. Yesus Tuhan lebih kuasa dan lebih kuat daripada kita! Yesus Tuhan yang membantu dan menolong kita semua umatNya. Yang lebih kuat dan kuasa itulah yang membela yang lemah. Itu wajar! Demikianlah seharusnya dalam hidup sehari-hari.

Menjadi murid-muridNya memang bukanlah dimaksudkan sebagai gerombolan penjaga keamanan sang idola ke manapun dia pergi, yang tak jarang bertindak anarkhis semena-mena, bila ada orang-orang yang tidak menyenangi atau tidak sepaham dengan sang idola, dan terlebih bila sang idola diganggu orang lain. Menjadi para pengikut Kristus tidak demikian.

Malahan Yesus mengingatkan orang-orang yang mengikutiNya: "serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya". Yesus tidak mempunyai fasilitas apapun di dunia ini. Namun begitu, Yesus meminta barangsiapa mau mengikutiNya hendaknya mengikutiNya dengan sepenuh hati dan tidak setengah-tengah, dan bahkan barangsiapa hendak mengikuti sang Empunya kehidupan harus mengutamakan Dia di atas segala-galanya.

Pernyataan Yesus hari ini sangat keras, terlebih untuk mereka yang ragu-ragu dalam beriman dan percaya kepadaNya dan menunda-nunda waktu untuk mengenyam keselamatan. SabdaNya: "biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana, dan setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.

Kalau dalam bacaan pertama dikatakan Elia masih memberi izin kepada Elisa untuk berpamitan dulu kepada keluarganya, tidaklah demikian dengan sang Elia baru, 'barangsiapa hendak membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah'. Keindahan alam dan dunia hendaklah juga tidak dijadikan halangan seseorang yang mau mengikuti Kristus, termasuk alasan-alasan suci dan manusiawi, seperti kemelaratan, kesusahan, petaka dan bencana, dan bahkan kematian, 'biarlah orang mati menguburkan orang mati'.

Ya Yesus, sulit kali memang mengikuti Engkau, namun Engkau menarik hati kami, maka buatlah kami ini menjadi orang-orang yang setia kepadaMu, mengutamakan Engkau di atas segala-galanya. Yesus jadikanlah kami semakin setia kepada tugas panggilan kami, sebab hanya padaMulah kami bermohon dan mengeluh. Yesus bantulah kami selalu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening