Rabu Masa Biasa IX, 2 Juni 2010

2Tim 1: 1-3.6-12  +  Mzm 123  +  Mrk 12: 18-27

 

"Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia". Suatu pertanyaan logis yang disampaikan orang Saduki kepada Yesus. Mereka bertanya begitu karena memang mereka tidak tahu, apalagi mereka tidak percaya akan adanya kebangkitan. Persoalan yang mereka kemukakan adalah persoalan hokum, hokum kekeluargaan yang memang pernah dituliskan di jaman Musa.

"Kamu sesat" jawab Yesus, "justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga". Bentuk kehidupan di dunia tidak dilanjutkan dalam kehidupan abadi di surge. Yang berlanjut dari kehidupan sekarang ini sampai kehidupan kekal adalah kesatuan sebagai putera-puteri Bapa yang telah menikmati kebangkitan sang Putera. Hidup sekarang ini sudah menjadi bekal dalam kehidupan kekal karena kepercayaan kepadaNya. 'Barangsiapa percaya kepadaKu akan hidup untuk selama-lamanya', sebab kepercayaan kepada Dia dan setia menuruti firmanNya berarti seseorang tinggal di dalam Dia.

"Tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!" tegas Yesus. Penegasan Yesus ini menyatakan bahwa semua orang yang berada di hadapanNya hidup.

Kiranya Injil hari ini semakin memberi gambaran kepada kita apa itu surge, apa itu hidup kekal. Surge bukanlah 'makan minum tiada henti', surge adalah hidup di hadiratNya, memandang Dia dari muka ke muka. Kita harus berani berharap dan berharap boleh menikmatinya, sebab surge kita nikmati kelak, bukan karena jasa-jasa kita, melainkan karena belaskasih dan cintaNya. Sangat baik, bila kita mengkondisikan diri jauh-jauh sebelumnya. Paulus menasehatkan: "sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita. Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.

Tuhan Yesus, tambahkanlah iman kami kepadaMu, agar kami semakin merindukan keselamatan abadi yang Engkau berikan kepada semua orang. Yesus, bantulah kami, demikian juga orang-orang yang masih meraba-raba mencari Engkau dalam kehidupannya. Amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening