Rabu Masa Biasa X, 9 Juni 2010

1Raj 18: 20-39  +  Mzm 16  +  Mat 5: 17-19

 

"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya" kata Yesus kepada para muridNya. Entah kenapa Yesus tiba-tiba berkata demikian. Sebelumnya tidak ada orang yang memprotesNya berkaitan dengan pengajaranNya, lagi pula pengajaranNya dalam konteks kotbah di bukit ini adalah pengajaranNya yang pertama, Yesus belum banyak berbuat apa-apa.

Namun minimal dalam pengajaranNya yang kita dengar selama dua hari ini, Yesus mengajak sunggguh-sungguh setiap orang menjadi orang yang mandiri dan bertanggungjawab. Dengan kedelapan sabda bahagiaNya Yesus meneguhkan para muridNya untuk berani berjuang dan berjuang: Ia memuji bahagia orang yang tak kunjung henti haus dan lapar akan kebenaran, Ia juga mengingatkan setiap orang bahwa mereka semua para pengikutNya itu adalah garam dan terang dunia. Bahkan mereka semua ditanting untuk berani menerima tantangan karena  mengikutiNya: 'berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu'.

Aku datang bukan untuk meniadakan hokum Taurat dan kitab para Nabi, melainkan untuk menggenapinya, malahan "barangsiapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga".

Yesus mengancam?  Tidak!

Yesus hanya mengingatkan bahwa kehadiranNya ke dunia adalah memang kehendak Allah dari semula, yang ingin menyelamatkan seluruh umat manusia. Maka hokum Taurat dan kitab para Nabi telah mengkondisikan dan mempersiapkan kedatanganNya itu. Keberadaan hokum Taurat dan kitab para Nabi adalah kehendak Allah Bapa sendiri. Maka barangsiapa meniadakannya berarti melawan kehendak dan kemauan Tuhan Allah, sebaliknya barangsiapa mengajarkan hokum Taurat dan kitab para Nabi berarti dia mengikuti kehendak dan kemauan Tuhan sendiri.

Kehadiran  Yesus ingin menggenapi atau menyempurnakan hokum Taurat dan kitab para Nabi itu memang benar, karena memang Dia adalah Tuhan Empunya kehidupan, Dia yang sempurna, Dialah sang Maha. Sungguh layak dan sepantasnya Dia menyempurnakan hokum dan kitab yang dituliskan oleh para nabi, walau pun mereka sang penulis itu menyuratkan segala sesuatu bukan atas sekehendak mereka sendiri. Yesus menyempurnakan hokum Taurat dan kitab para Nabi karena Dia mengarahkan semua kepada Allah sendiri, contoh dalam perbuatan baik: kalaupun tokh seseorang berbuat baik hendaknya perbuatan itu mendorong sesamanya untuk 'memuliakan Bapamu yang di sorga', dan tidak berhenti pada rasa gembira karena menerima perbuatan baik itu.

Karya penggenapan atau penyempurnaan ini adalah usaha Yesus untuk semakin mematangkan dan memurnikan imaginasi setiap orang akan kehadiran dan peran Allah dalam hidup. Yesus mengajak setiap orang melihat dan merasakan kehadiranNya bukan dibatasi oleh imaginasi pikiran diri individu, melainkan pada kehadiranNya sendiri. Melihat dan merasakan Allah apa AdaNya, dan bukan seturut kemauan seseorang yang melihatNya. Semuanya ini juga dimaksudkan untuk semakin mengarahkan hati dan budi umatNya hanya untuk Allah dan tiada yang lain. Hanya dalam Allah ada kehidupan!  Elia dalam bacaan pertama pun sudah mengkondisikan umat pilihanNya agar tetap pada pendiriannya pada pihak Allah. "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia" seru Elia agar mereka semua kembali kepada Allah sang Empunya kehidupan dan Dialah Allah yang mampu mengerjakan segala sesuatu yang di luar kemampuan manusia ciptaanNya.

Ya Yesus, murnikanlah hati kami dalam mengenal Engkau, dan memperhitungkan kelemahan kami dalam mengenal Engkau, tetapi genapi dan sempurnakanlah kami agar kami layak di hadapanMu. Yesus, berkatilah kami selalu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening