Rabu Masa Biasa XIII, 30 Juni 2010

Am 5: 14-15.21-24  +  Mzm 50  +  Mat 8: 28-34

 

Datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu. Mereka berteriak, katanya: "apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?". Yesus diam saja dan tidak menanggapi. Sebab kehadiranNya memang tidak disukai kuasa kegelapan, kehadiran Yesus menimbulkan perlawanan dari orang-orang dalam kuasa kejahatan.

Setan atau kuasa kegelapan selalu menghancurkan; bisa saja tampak dalam kehadirannya yang manis dan lembut, tapi tetap membinasakan. Hal itulah yang ditampakkan pada kepindahan mereka pada segerombolan babi dari kedua orang yang dirasuki sebelumnya. Gerombolan babi itu binasa semuanya.

"Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka".

Mereka semua yang datang sama sekali tidak ada yang bangga terhadap Yesus! Mereka juga tidak bergembira dengan kesembuhan dua orang yang kerasukan setan; sepertinya mereka semua acuh tak acuh dengan keselamatan orang lain; mereka lebih perhatian kepada harta benda dan kekayaan mereka daripada; biarlah orang lain hidup atau mati, biarlah mereka bernafas atau tidak, yang penting aku selamat dan kenyang, dan akupun sekarang sibuk dengan banyak pekerjaan.

Kenyataan seperti mereka itu juga bisa terjadi pada jaman ini, terlebih dengan kesenjangan sosial ekonomi yang terus-menerus merenggang dan menjauh, belum lagi warna kapitalis yang semakin mewabah. Milikku adalah milikku, dan bukan milikmu! Demikian juga hidupku adalah duniaku, lain dengan duniamu, karena memang duniamu adalah duniamu.

Bagaimana orang-orang Gadara ini?

Minimal mereka sudah melakukan apa yang dikatakan dalam bacaan pertama tadi, yakni: "carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup". Lebih lanjut, tetapi bukan tentang orang-orang Gadara, namun tentang mereka yang bertindak dan melakukan 'carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup'; mereka yang sepertinya sudah rajin beribadat dan menyampaikan pujian, tidaklah berhenti hanya sampai di situ, pujian dan doa mereka hendaknya juga mengalir dalam kehidupan konkrit sehari-hari. Bila ada orang-orang yang berhenti menemukan Tuhannya hanya dalam doa dan pujian, jangan Tuhan nanti meremehkan mereka dan berkata: "Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir".

"Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang!".

Ya Tuhan Yesus, Engkau berkuasa atas kehidupan, Engkaupun mampu mengalahkan kuasa kegelapan yang sering mengganggu banyak orang. Semoga dengan Injil hari ini kami semakin percaya dan berserah kepadaMu dan mengaku bahwa Engkau Penguasa kehidupan. Ajarlah kami semakin berpaut kepadaMu ya Yesus.

Yesus, buatlah kami juga menjabarkan doa dan pujian kami dalam kehidupan kami sehari-hari yakni dengan memperhatikan keadilan dan kesejahteraan sesame. Yesus, ingatkanlah kami bila kami jatuh dalam kepuasan diri sendiri. Amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening