Sabtu Masa Biasa IX, 5 Juni 2010

2Tim 4: 1-8  +  Mzm 71  +  Mrk 12: 38-44

 

Yesus mengemukakan dosa dan kesalahan orang-orang ahli Taurat, kataNya: "hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang".

Mereka melakukan dosa dan kesalahan, karena mereka mencari kehormatan dan kemuliaan diri, mengadakan perampasan harta benda orang-orang yang tak berdaya, dan berpura-pura berdoa dan memalsukan doa-doa membohongi orang. Mereka telah berdosa dan bersalah, mereka melanggar hokum cinta kasih! "Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat", tegas Yesus, dan Yesus menghendaki mereka semua agar berhati-hati terhadap ahli-ahli Taurat dan mengikuti mereka.

Bila kita melihat saudara-saudaraku ada yang bertindak demikian, maafkan dan mohon kami ditegur dan diingatkan, jangan didiamkan, mungkin pahit, namun itu semua akan menyembuhkan dan menyelamatkan; terlebih sekarang ini kita bersama-sama merayakan tahun Imam, suatu kesempatan bagi kami semua untuk merefleksikan diri dan berbenah diri. Kiranya saya yakin penyampaian kritik dan usul yang membangun akan menjadi sapaan Tuhan sendiri bagi setiap orang. Kehadiran alter-Maria Vianney Pastor Ars amatlah dibutuhkan Gereja dalam jaman sekarang ini.

Kecaman Yesus terhadap orang-orang yang mencari muka diimbangi, bukan untuk pembenaran, dengan penampilan sebuah kenyataan hidup, yang memang dapat dilihat mata oleh banyak orang berlawanan dengan kaum ahli Taurat tadi: seorang janda miskin memasukan uang ke dalam peti persembahan. KataNya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya".

Suatu kenyaan yang menyentak banyak orang tentunya, sebab ia memberi bukan dari kelimpahannya, melainkan dari kekurangannya. Sama-sama memberi dan sama-sama memasukan uang ke dalam peti persembahan, dan pasti berbeda dalam jumlah, namun si janda miskin ternyata memberi lebih banyak, ia memberi dari seluruh hidupnya. Ia menjabarkan secara konkrit cinta sejati 'dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan'. Ia tidak membedakan cinta kepada Tuhan dan kepada sesame, ia mengabdikan seluruh hidup dan karyanya dalam semangat cinta, sebab 'karena cinta, saya memberi, saya melayani, saya keluar dari diri, dan saya menerima apa adanya dan tidak menuntut apa-apa dari dia yang saya cintai'.

Kita ingin semuanya berjalan baik adanya! Kita lanjutkan apa yang telah berjalan dengan indahnya, dan santo Paulus menganjurkan hal itu. Kita semua ingin selamat, karena itu saling mendoakan dan meneguhkan amatlah penting. Paulus menegaskan semuanya itu kepada kita dalam bacaan pertama tadi: "beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!". Kiranya harapan Paulus juga menjadi pengharapan kita bersama, supaya kita semua boleh menikmati sukacita abadi yang memang telah dijanjikanNya sendiri kepada kita. Teguh santo Paulus:  "aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya".

Ya Yesus, buatlah kami selalu berani mencari Engkau, dan bukan yang lain ataupun mencari diri sendiri, sebab memang hanya Engkaulah keselamatan kami. Tuhan Yesus berkatilah kami selalu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening