Selasa Masa Biasa X, 8 Juni 2010

1Raj 17: -16  +  Mzm 4  +  Mat 5: 13-16

 

"Kamu adalah garam dunia, dan kamulah terang dunia" kata Yesus kepada para muridNya. Selama kita masih bisa dan mampu berbuat baik kepada orang lain, mari kita berbuat baik kepada sesama, 'jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang'. Mengapa kita harus menahan-nahan diri untuk berbuat baik, padahal orang lain tahu bahwa kita mampu berbuat baik, 'kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi'.

Ada kemampuan dalam diri setiap orang untuk berbuat baik, sebab ada citra ilahi dalam diri manusia, 'laki-laki dan perempuan diciptakan sesuai dengan gambaranNya', lagipula setiap orang dipanggil kepada kebaikan dan kekudusan. Ada kecenderungan dalam diri setiap orang untuk berbuat baik! Namun tak jarang enggan orang melakukannya karena kemalasan ataupun tidak mau dirugikan; berbuat baik itu tidak mendatangkan keuntungan!

Hari ini Yesus malahan mengingatkan kita akan dimensi teolologis (mengarah kepada Allah) dalam setiap perbuatan baik. "Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga". Artinya segala perbuatan baik kita itu sama sekali tidak menguntungkan diri kita sendiri, melainkan mereka yang menikmati kebaikan kita itu terdorong untuk bersyukur dan memuji Tuhan; kebaikan kita mampu membangkitan iman kepercayaan seseorang; seseorang yang mengalami kebaikan kita mampu melihat kehadiran dan penyertaan Tuhan Allah di dalamnya, seseorang mampu melihat kehadiran Tuhan yang murahhati dalam pelayanan kita. Pelayanan kita mampu semakin mendekatkan seseorang kepada Tuhan yang penuh kasih.

Itulah keindahan perbuatan baik seseorang yang sungguh-sungguh mau menggunakan karunia yang diterimanya dari Tuhan, dan itulah kiranya kesaksian iman yang sejati, yang mengantar seseorang kepada Tuhan Allah, Bapa di surge, dan bukannya sebatas mengajak seseorang masuk dalam agama tertentu. Kesaksian iman adalah pewartaan akan kasih Allah, yang menyelamatkan dan membahagiakan, dan bukan pewartaan agama atau kepercayaan, walau tak dapat disangkal bahwa Yesuslah 'jalan, kebenaran dan kehidupan', dan 'tidak ada orang sampai kepada Bapa tanpa melalui Dia'.

Sesudah dirimu diselamatkan, jadilah saksi Kristus; cahaya hidupmu jadi terang, jadilah saksi Kritus, tujuan hidupmu jadi nyata, jadilah saksi Kristus. Kiranya lagu ini menjadi nyanyian jiwa kita.

Minimal bagi kita yang sudah percaya kepada Kristus sang Penyelamat, hendaknya tak henti-hentinya kita tetap setia memohon dan memohon  agar Allah tetap menaburkan benih-benih iman kepercayaan kepada setiap orang sehingga banyak orang semakin mampu menemukan kehadiran Tuhan dalam peristiwa kehidupan. Kiranya pengalaman janda Sarfat yang begitu percaya kepada ucapan nabi Elia: "janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi" juga menjadi pengalaman banyak orang untuk mengenal kehadiran Tuhan dalam diri sesama. Taburan iman Allah akan membuat orang mampu bersikap seperti janda miskin di Sarfat tadi.

Ya Tuhan Yesus, tambahkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu agar kami dapat mampu melihat kehadiranMu dalam diri sesame kami, agar kami rajin berbuat baik; perkuatlah cahaya kasihMu di antara kami agar semakin banyak orang percaya dan memuliakan Bapa di surge. Amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening