Senin Masa Biasa X, 7 Juni 2010

1Raj 17: 1-6  +  Mzm 121  +  Mat 5: 1-12

 

"Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan" kata Yesus dalam kotbahNya tadi. Apa itu kebenaran? Luas sekali pengertiannya. Menurut hemat saya, kebenaran itu bersifat ilahi dan berlaku untuk semua orang, dan diragukan oleh banyak orang, padahal seharusnya diyakini bahwa itu sungguh benar, dan memang karena keberadaan dan hekekatnya benar.

Allah itu kasih, ini adalah sebuah kebenaran! Banyak orang meragukan dan mempertanyakannya, karena masih ada banyak bencana, sakit dan derita. Orang dapat merasakan bahwa Allah itu kasih, kalau memang pertama-tama orang itu berani menyadari dan merindukannya, sebab bagaimana seseorang dapat mengalaminya kalau dia menolaknya. Sebaliknya bagi orang yang sungguh-sungguh membutuhkan dan merindukannya, bagi 'orang yang lapar dan haus akan kebenaran, ia akan dipuaskan', ia akan mengalami kehadiranNya, ia akan mengalami kasihNya.

"Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan' tambah Yesus. Jaminan kemurahan itu kiranya adalah berkat Tuhan sendiri, sebab Yesus sendiri pernah mengajak setiap orang untuk murah hati sebagaimana Bapa sendiri, 'hendaknya kamu murah hati seperti Bapa di surge murah hati'.

Yesus meneguhkan mereka yang haus akan kebenaran dan berani bersikap murah hati, karena mereka harus berjuang dan berjuang untuk mengungkapkannya; dalam setiap penjabarannya itu tak jarang pil pahit harus diterimanya, tak jarang 'susu harus dibalas tuba', demikian juga dalam berkomunikasi dengan sesame tak jarang orang harus berkata-kata yang berlawanan dengan kemauan diri atau yang hanya menyenangkan muka. Berkata-kata tentang kebenaran dan bertindak murah hati itu berarti bersikap dan bertindak seperti Tuhan sendiri yang murah hati.

Bukanlah hal yang mudah bagi Elia tentunya untuk berkata: "demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan". Ia menyampaikan pesan Tuhan yang dirasakan pahit dan tidak mengenakkan bagi dirinya sendiri. Tentunya juga bukan kemauan Elia menerima priviligi: "pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana",  tapi semuanya itu harus diterima karena memang kehendak Tuhan, dan kiranya adanya tugas yang hendak diembannya dari Tuhan.

Ya Tuhan Yesus, semoga harapan yang Engkau sampaikan kepada kami semakin membuat orang semakin berani berharap dan berserahdiri kepadaMu. Semoga kamipun dalam hidup sehari-hari tidak hanya mengandalkan kekuatan rasio akan kebenaran, melainkan iman akan Dikau. Yesus, kuasailah kami dengan Roh KudusMu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening