Senin Masa Biasa XIII, 28 Juni 2010

Am 2: 6-10.13-16  +  Mzm 50  +  Mat 8: 18-22

 

Seorang ahli Taurat berkata kepada Yesus: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi". Mungkin suatu bentuk pertobatan, karena seseorang yang sudah tahu banyak tentang Kitab Suci, khusus hokum Taurat berani dan merunduk di hadapan Yesus untuk mengikuti Dia. Apa motif kemauan yang murni memang tidak kita ketahui; apakah memang merasa dirinya kurang sempurna dan kini berhadapan dengan Seseorang yang lebih sempurna dan agung? Apa ingin  mencari referensi baru tentang hokum Taurat, agar bisa menterjemahkan dengan lebih aktual? Apakah ia ingin meng-up date pengetahuannya? Yang jelas, ahli Taurat itu ingin mengikuti Yesus!

Yesus mengingatkan: "serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya". Ia tidak mempunyai apa-apa di dunia ini, ia tidak mempunyai fasilitas yang dapat dibagi-bagikan kepada orang lain. Ia adalah Orang yang miskin dan tak punya kuasa, karena memang kemauanNya, Ia mau 'menjadi miskin, sekalipun Ia kaya' (2Kor 8: 9).

Apa yang kita cari kalau kita mengikuti Kristus? Alasan dan motivasi kita akan mengarahkan hidup kita, akan menentukan tindakan-tindakan apa saja yang kita ambil, akan menentukan prioritas langkah hidup kita ini.

Seorang lagi yang memang sudah menjadi murid-Nya, berkata kepada Yesus: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku". Jawab Yesus kepadanya: "ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka". Mengikuti Yesus itu lebih penting dari segala-galanya! Bagaimana mengkonkritkan semua ini dalam tindakan kita sehari-hari? Segala-galanya kita tinggalkan? Kita abaikan segala kegiatan lain, tak perlu serius memperhatikannya? Biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka; kita yang masih hidup, mari kita nikmati hidup ini dengan sepuas-puasnya?

Ada pengalaman yang baik, minimal menjadi contoh bagi kita bahwasannya mengikuti Tuhan itu hendaknya menjadi yang utama dalam hidup ini. Beginilah firman TUHAN dalam bacaan pertama tadi: "karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut; mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara; anak dan ayah pergi menjamah seorang perempuan muda, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku; mereka merebahkan diri di samping setiap mezbah di atas pakaian gadaian orang, dan minum anggur orang-orang yang kena denda di rumah Allah mereka. Padahal Akulah yang memunahkan dari depan mereka, orang Amori, yang tingginya seperti tinggi pohon aras dan yang kuat seperti pohon tarbantin; Aku telah memunahkan buahnya dari atas dan akarnya dari bawah. Padahal Akulah yang menuntun kamu keluar dari tanah Mesir dan memimpin kamu empat puluh tahun lamanya di padang gurun, supaya kamu menduduki negeri orang Amori".

Orang yang  mengutamakan kehendak Tuhan adalah orang yang selalu mengingat kasih Tuhan kepada umatNya, bahwasannya Dia selalu berbuat baik kepada umatNya, walau tidak dimaksudkan memanjakan umatNya; dan juga orang yang mengutamakan kehendak Tuhan adalaha orang yang berani bersyukur dan berterimakasih kepadaNya.

Ya Yesus, ajarilah kami setia mengikuti Engkau, dan ajarilah kami untuk berani menentukan bahwa mengikuti Engkaulah yang menjadi visi dan pedoman arah hidup kami. Yesus, ingatkanlah kami bila kami mulai melenceng dari visi hidup kami. Tuhan, bantulah kami selalu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening