Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2010

Sabtu Masa Biasa XVII, 31 Juli 2010

Yer 26: 11-16+Mzm 69+Mat 14: 1-12Kata Herodes tentang Yesus kepada para pegawainya: "Dia ini adalah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya". Mengapa ia berkata demikian?Karena memang hanya sampai di situlah kemampuan dia mengenalNya. Pengenalan akan Yesus dimiliki orang yang satu berbeda dengan lainnya. Pengenalan akan Allah adalah semata-mata anugerah dari Allah sendiri, sebab memang 'tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa', dan sebaliknya 'tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak', dan juga hanya kepada 'orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya' (Mat 11: 27). Anugerah Allah yang dinikmati Herodes tentang Yesus hanya sampai di situ.Terlebih beban dosa yang dimilikinya mengingat kasus pembunuhan terhadap Yohanes Pembaptis yang dilakukannya. Memang dia pernah "ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi"…

Jumat Masa Biasa XVII, 30 Juli 2010

Yer 26: 1-9+Mzm 69+Mat 13: 54-58Ketika Yesus pulang kampong dan mengajar orang-orang di situ, mereka semua mendengarNya bangga dan berkata: "dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?". Mereka bangga karena memang Yesus tampil beda, penuh wibawa dan kuasa, padahal Dia ini sama dengan mereka, mereka tahu keseharian Dia kali lalu. "Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?".Ternyata kebanggaan mereka berbalik, "mereka kecewa dan menolak Dia". Kiranya penolakan mereka itu diakibatkan karena kecemburuan hati. Mereka mengenal siapa Dia itu, mereka bahkan beranggapan dan mengukur orang lain sekampungnya itu harus sama-sama dan sederajat dengan mereka; namun mengapa si Yesus, Anak tukang kayu ini melebihi mereka, kemapuanNya mengata…

Kamis Masa Biasa XVII, 28 Juli 2010

1Yoh 4: 7-16+Mzm 34+Yoh 11: 19-27Diceritakan tadi, "ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya, tetapi Maria tinggal di rumah". Memang Marta ini adalah seorang parhobas nan burju, tidaklah demikian dengan Maria? Ada seorang tamu yang kita hormati, kita cintai dan kita rindukan datang, pastilah kita menyambutnya dengan gembira dan penuh sukacita, walau hati kita pada waktu itu agak bersedih. Itulah yang diungkapkan oleh Marta, dia tahu Siapa yang hadir ke tengah-tengah mereka, dan dia Marta sadar bahwa dirinya sungguh-sungguh mempunyai hati kepada Yesus."Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya" kata Marta kepada Yesus. Dia jujur dan terus terang mengungkapkan isi hatinya. Ia bersedih karena kepergian saudaranya, tetapi dia yakin bahwa Yesus mampu memberikan sesuatu yang terbaik bagi dia dan keluarganya, kar…

Rabu Masa Biasa XVII, 28 Juli 2010

Yer 15: 16-21+Mzm 59+Mat 13: 44-46Hari iniYesus memberikan perumpamaan tentang Kerajaan Surga. Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang atau sebuah mutiara yang sangat berharga, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladangatau mutiara itu.Mengapa orang itu bertindak demikian?Pertama, dia tahu dengan benar dan mampu membedakan suatu barang yang satu dengan lainnya, dia mampu membandingkan sesuatu mana yang lebih berharga dan bernilai dibandingkan barang lainnya. Dia bertindak demikian karena memang dia mempunyai pengalaman hidup, dia mampu mengenal sesuatu yang lebih menguntungkan dibandingkan lainnya.Kedua, dia juga merasa mempunyai hak untuk memilih atau menentukan pilihannya, karena ia menginginkan hidup yang lebih baik, dan bukan untuk hari ini saja, melaiankan juga untuk hari-hari berikutnya. Ia ingin mempunyai investasi bagi hidupnya, maka ia memilih bagian yang terbaik bagi hidup…

Beato Titus Brandsma O.Carm

27 Juli 2010Seorang kudus di abad 20 kemarin, seorang imam, ahli filsafat dan jurnalis (1881-1942). Pemerhati keadilan. Satu hal berkenaan dengan semangat doa yang ramai-ramainya dibicarakan orang jaman ini, dia menulis: 'doa adalah hidup, dan bukannya suatu oase di padang gurun kehidupan'. Kalau doa sekedar sebuah oase, berarti kita hanya berdoa ketika diri merasa lelah, atau bila kita berada di tempat doa, di tempat-tempat yang menyenangkan, dan hati pun sedang bergembira waktu itu.Doa sebenarnya adalah sebuah nafas kehidupan!

Selasa Masa Biasa XVII, 27 Juli 2010

Yer 14: 17-22+Mzm 79+Mat 13: 36-43Kiranya kita ingat sungguh akan keterangan yang diberikan Yesus perkenaan dengan perumpaan yang kita renungkan kemarin. Hari ini Yesus dalam injilNya menegaskan: siapatah Orang yang menaburkan benih baik, siapatah benih yang baik, siapatah para penuai, apatah ilalang, apatah ladang dan apatah waktu tuai.Dari rangkaian uraianNya tadi terjadi dua pemisahan satu dengan lainnya, yang satu adalah "mereka yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi". Apakah Yesus menakut-nakuti? Apakah memang demikian kelak terjadi pada orang-orang yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan di akhir jaman? Kiranya sekedar memberi gambaran kepada kita semua bahwasannya: perlawanan dan penolakan akan kasih Allah, pengingkaran dan ketidakmauan bergabung dengan keselamatan adalah kebinasaan dan petaka, yang memang sejak semula tidak dikehendaki oleh Al…

Senin Masa Biasa XVII, 26 Juli 2010

Yer 13: 1-13+Mzm+Mat 13: 31-35Yesus mengemukakan lagi dua perumpaan yang senada. Pertama, "hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya".Kedua, "hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya".Sesuatu yang kecil, misalnya biji sesawi, atau yang sedikit, seperti ragi dalam sebuah adonan, seharusnya tidak mendapatkan perhatian, tetapi sebaliknya yang kecil dan sedikit itu mendapatkan perhatian serius dan penuh. Biji sesawi memang diremehkan, dan apalah arti sedikit ragi dalam adonan, tetapi semuanya itu telah mengubah diri dan mengembangkannya, dan bahkan karenanya ciptaan lain dapat menikmatinya. B…

Minggu Masa Biasa XVII, 25 Juli 2010

Kej 18: 20-32+Kol 2: 12-14+Luk 11: 1-11Yesus adalah seorang Guru dan Dia adalah Pendoa! Para murid tahu benar kebiasaan Yesus yang rajin dan setia berdoa. Suatu kali ketika Yesus berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya".Jawab Yesus: "apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnyadan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan".Yesus mengajarkan doa Bapa Kami kepada para muridNya. Ia mengajak kita memanggil Tuhan sang Empunya kehidupan ini sebutan 'Bapa', suatu ungkapan keakraban dan kepemilikan, sebab memang kita telah diangkat Yesus menjadi saudara-saudariNya, putera-puteri Bapa di surge, 'sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, di…

Minggu Masa Biasa XVII, 25 Juli 2010

Kej 18: 20-32+Kol 2: 12-14+Luk 11: 1-11Yesus adalah seorang Guru dan Dia adalah Pendoa! Para murid tahu benar kebiasaan Yesus yang rajin dan setia berdoa. Suatu kali ketika Yesus berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya".Jawab Yesus: "apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnyadan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan".Yesus mengajarkan doa Bapa Kami kepada para muridNya. Ia mengajak kita memanggil Tuhan sang Empunya kehidupan ini sebutan 'Bapa', suatu ungkapan keakraban dan kepemilikan, sebab memang kita telah diangkat Yesus menjadi saudara-saudariNya, putera-puteri Bapa di surge, 'sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, di…

Minggu Masa Biasa XVII, 25 Juli 2010

Kej 18: 20-32+Kol 2: 12-14+Luk 11: 1-11Yesus adalah seorang Guru dan Dia adalah Pendoa! Para murid tahu benar kebiasaan Yesus yang rajin dan setia berdoa. Suatu kali ketika Yesus berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya".Jawab Yesus: "apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnyadan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orangyang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan".Yesus mengajarkan doa Bapa Kami kepada para muridNya. Ia mengajak kita memanggil Tuhan sang Empunya kehidupan ini sebutan Bapa, suatu ungkapan keakraban dan kepemilikan, sebab memang kita telah diangkat Yesus menjadi saudara-saudariNya, putera-puteri Bapa di surge, 'sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudar…

Sabtu Masa Biasa XVI, 24 Juli 2010

Yer 7: 1-11+Mzm 84+Mat 13: 24-30'Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus, dan kita semua diundang untuk mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun' (Rom 14: 17.19). Itulah penegasan Tuhan Yesus sendiri melalui santo Paulus, dan Yesus menghendaki agar semua orang menikmatiNya; dan bagaikan benih-benih, semuaNya itu ditaburkanNya. "Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya", sabda Yesus hari ini dalam InjilNya.Kendati begitu Yesus menegaskan: "tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu". Penyataan Yesus ini sungguh-sungguh mengingatkan bahwa merebaknya kuasa Kerajaan Surga, bukanlah berarti seseorang bebas dari tantangan kehidupan, bahkan adanya perlawanan dan rintangan dalam menanggapiNya. Yesus tahu bahwa: "seorang musuh yang melakukan semu…

Sabtu Masa Biasa XVI, 24 Juli 2010

Yer 7: 1-11+Mzm 84+Mat 13: 24-30'Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus, dan kita semua diundang untuk mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun' (Rom 14: 17.19). Itulah penegasan Tuhan Yesus sendiri melalui santo Paulus, dan Yesus menghendaki agar semua orang menikmatiNya; dan bagaikan benih-benih, semuaNya itu ditaburkanNya. "Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya", sabda Yesus hari ini dalam InjilNya.Kendati begitu Yesus menegaskan: "tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu". Penyataan Yesus ini sungguh-sungguh mengingatkan bahwa merebaknya kuasa Kerajaan Surga, bukanlah berarti seseorang bebas dari tantangan kehidupan, bahkan adanya perlawanan dan rintangan dalam menanggapiNya. Yesus tahu bahwa: "seorang musuh yang melakukan semu…

Jumat Masa Biasa XVI, 23 Juli 2010

Yer 3: 14-17+Mzm 32+Mat 13: 18-23Dalam Injil hari ini Yesus menjelaskan perumpamaanNya kemarin tentang taburan benih. Pertama, tentang "benih yang ditaburkan di pinggir jalan, adalah orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu". Firman yang didengarnya itu tidak membekas sama sekali dalam diri seseorang, ia mendengar tapi kenyataannya ia tidak mendengarkan. Ada seseorang yang pergi dan ikut dalam suatu peribadatan, sabda dibacakan dan ia mendengarnya, tetapi ketika sampai di rumah ia tidak ingat lagi akan apa yang didengarnya tadi; apakah dia itu bagaikan tanah di pinggir jalan?Kedua, "benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad". Dia adalah sese…