Jumat Masa Biasa XIII, 2 Juli 2010

 

Am 8: 4-6.9-12  +  Mzm 119  +  Mat 9: 9-13

 

Matius langsung berpaling dan mengikuti Yesus adalah suatu ungkapan bagaimana seseorang setelah mendengarkan sapaan dan panggilaan Tuhan yang berbelaskasih. Panggilan Tuhan Yesus itu menyelamatkan, panggilanNya itu menghidupkan, wajarlah orang tidak perlu lagi menoleh ke belakang untuk mengikutiNya. Sekarang Engkau memanggil aku ya Tuhan, sekarang juga aku mengamini dan melakukannya.

Kalau kemarin para ahli Kitab mempersoalkan Yesus yang berani mengampuni dosa seseorang, hari ini giliran orang-orang Farisi yang merasa gelisah dan gerah ketika Yesus makan bersama-sama para pemungut cukai dan orang-orang berdosa di rumah Matius, kata mereka: " mengapa Gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?". Orang yang baik tidak boleh berkumpul dengan orang-orang berdosa! Apalagi seorang Guru, Seseorang yang tersohor dan punya Nama! Sungguh, ini adalah tindakan yang tidak terpuji dan memalukan!

"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit!" tegas Yesus. Ia datang bukan untuk diriNya sendiri, Yesus datang untuk orang lain. 'Tidak ada orang yang hidup, hidup bagi dirinya sendiri, bahkan tidak ada orang mati, mati untuk dirinya sendiri' tegas Paulus. Yesus membuka wacana baru bagi orang-orang yang dipengaruhi pandangan Perjanjian Lama. Ia bergaul dengan orang-orang yang dianggap berdosa dan tidak mempunyai kesempatan lagi untuk mendapatkan keselamatan. Yesus membuka pemikiran baru: bukan aku saja yang bisa selamat, orang lainpun juga harus selamat seperti aku, aku dan engkau, kita semua harus selamat! Karena memang kita semua adalah milik Tuhan.

"Pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa". Penyataan Yesus ini sungguh-sungguh menegaskan tugas dan perutusanNya. Ia datang bukan sebagai Seorang yang berkuasa tetapi sebagai Seorang yang berbelaskasih, dan Ia juga mengajak semua orang juga bertindak demikian. Sebab aneka bentuk persembahan adalah lambang atau tanda ungkapan diri, sedangkan belaskasih adalah pernyataan diri, ungkapan konkrit dari seseorang yang memberi hati kepada orang lain, dan terlebih kepada Tuhan sendiri.

Yesus secara tegas membedakan persembahan dan belaskasihan, sebab persembahan bisa dihunjukkan oleh setiap orang tanpa terkecuali, karena semuanya itu adalah lambang atau symbol, orang jahat dan bahkan melawan kehendak Allah pun dapat dan bisa membawa persembahan, namun tidaklah demikian dengan belaskasihan, sebab tindakan kasih itu hanya dapat dipersembahkan oleh orang-orang yang sungguh-sungguh mempunyai hati kepada orang lain, ia memang membuka diri dan tangannya untuk menerima orang lain yang memohon bantuannya atau tanpa dimintapun ia mengusap air mata yang sedang menangis, melepaskan kuk penghambaan dan menghibur mereka yang sakit dan berduka.

Orang-orang yang berpikir: "bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?" adalah orang-orang yang masih mampu membawa persembahan atau dupa, karena mereka masih memunyai penghasilan dari kerjanya, tetapi jelas mereka tidak mampu membawa belaskasihan dan tidak mempunyai hati, karena mereka membinasakan orang lemah dan miskin!

Apa Tuhan akan bertindak diam saja?  Tidak! Bacaan pertama menegaskan: Tuhan akan menghukum orang-orang semacam itu. SabdaNya: "dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini. Pada hari itu Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah. Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih. Sesungguhnya, waktu akan datang, dan Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya".

Ya Yesus yang Maha Pengampun, Engkau merangkul setiap orang untuk beroleh keselamatan, Engkau menghendaki pertobatan setiap orang. Kami mohon, semoga kami hari demi hari semakin berani datang kepadaMu agar beroleh kehidupan yang lebih baik, dan terlebih kehidupan bersama Engkau sendiri di manapun Engkau berada, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening