Jumat Masa Biasa XIV, 9 Juli 2010

Hos 14: 2-10  +  Mzm 51  +  Mat 10: 16-23

 

"Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat" perintah Yesus kepada para muridNya. Dan Yesus mengingatkan: "lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati". Tentunya kita harus bisa membayangkan keganasan serigala, mereka selalu mengaum-ngaum mencari mangsa; salah satu mangsa dan santapannya ada domba. Bagaikan domba berhadapan dengan serigala, demikianlah seorang pewarta dalam menjalankan misi perutusannya! Seorang pewarta keselamatan harus mempunyai selera pemberani!

Dan Yesus yakin bahwa semuanya itu dapat dilakukan dengan baik. Yesus akan atur semuanya itu dengan baik! Namun sebagai seorang manusia yang serba terbatas dan lemah juga harus berusaha dan berusaha. Seorang pewarta keselamatan 'harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati!' Diam tapi mengamati, tahu kapan saatnya harus bergerak dengan cepat dan tangkas; kejujuran dan kesetiaan juga hendaknya menjadi modal utama dalam karya pewartaan. Itulah kecerdikan ular dan ketulusan merpati.

Perlawanan konkrit yang dihadapi para murid, para pewarta dan semua orang yang percaya kepadaNya dinyatakan Yesus, kataNya: "waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah". Bahkan perlawanan dan pertentangan akan dialami juga di dalam keluarga sendiri, "orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka". Semuanya itu terjadi, dan juga banyak orang membenci mereka. Kenapa? Karena  mereka mewartakan kabar keselamatan, mewartakan Kerajaan Surga, "karena nama-Ku" tegas Yesus.

Apakah Yesus tinggal diam?

Tidak! "Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu". Itulah janji Yesus. Dan memang semuanya itu harus dilalui oleh orang-orang yang percaya kepadaNya; 'barangsiapa mau mengikuti Aku, ia harus memanggul salibnya setiap hari dan meniru Aku'. Semuanya terjadi bukan hanya dahulu di jaman Yesus, atau sekarang ini, tetapi sampai akhir kehidupan; dalam bahasaNya tadi Yesus menegaskan: "sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah dating".

Apa yang dikatakan Yesus tadi adalah contoh dari perlawanan yang akan dihadapi oleh orang-orang yang mengikutiNya, tapi itu semua pasti terjadi; dan yang pasti salib kehidupan itu berbeda satu orang dengan lainnya. Bentuk kehidupan dan kondisi pribadi manusia yang satu berbeda dengan lainnya membuat salib kehidupan seseorang berbeda dengan lainnya. Namun Yesus memberi jaminan: "orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat".

Kiranya tugas perutusan ini menjadi kesadaran kita bersama, karena memang itulah panggilan hidup setiap orang yang mau mengikuti Kristus dan hidup sempurna seperti Dia. Mewartakan Kerajaan Surga adalah tugas perutusan Yesus bagi semua orang.

Yesus dalam bacaan pertama Engkau mengingatkan kami melalui nabi Hosea: "siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ". Bantulah kami dengan Roh KudusMu, Roh Kebijaksanaan agar kami semakin memahami kehendakMu yang mengundang kami untuk mewartakan kabar keselamatan. Yesus, semangatilah kami agar kami semakin berani menjadi saksi-saksiMu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening