Kamis Masa Biasa XIV, 8 Juli 2010

Hos 11: 1-4.8-9  +  Mzm 80  +  Mat 10: 7-15

 

"Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat" perintah Yesus kepada para muridNya. Yesus tidak menyuruh mereka mencari orang-orang untuk menjadi pengikut mereka; bukankah mereka berduabelas orang itu telah diangkat menjadi Rasul-rasulNya? Yesus hanya menyuruh mereka mewartakan bahwa 'Kerajaan Sorga sudah dekat'.

Secara kelembagaan memang dibenarkan mencari anggota Gereja, tetapi dalam pewartaan kabar keselamatan sebagaimana kehendak Allah agar semua orang selamat, kiranya pewartaan yang benar harus berintensikan: Kerajaan Sorga sudah dekat! Bagaimana kita sebagai Gereja Katolik menanggapi hal ini? Apa tema karya missioner Gereja sekarang ini?

"Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma" tegas Yesus. Karena memang sebelumnya Yesus telah 'memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan'.

Bagus kali penyataan Yesus ini: 'kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'. Pernahkah kita menerima  pelbagai anugerah dari Tuhan? Apakah semuanya itu merupakan hasil usaha kita atau semata-mata pemberian dari Tuhan? Bila kita pernah membagikannya kepada orang lain seperti kehendakNya tadi itu berarti bahwa apa yang kita terima, kita persembahkan kembali kepada Tuhan yang mahamurah, karena memang kita telah menerima dan menggunakannya sesuatu dengan rencana dan kemauan Tuhan sendiri.

"Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga, bekal ataupun baju dua helai, kasut atau tongkat", pinta Yesus. Mereka hendaknya tidak direpotkan oleh aneka perbekalan, yang tak jarang perbekalan memakan biaya yang begitu besar. Biaya untuk 'hidup' haruslah lebih besar dan lebih diutamakan dibanding pembiayaan lain-lainnya. Yesus melarang semuanya itu, tetapi Dia memberi jaminan bahwa "seorang pekerja patut mendapat upahnya". Bagaimana caranya? Tuhan Yesus akan atur semuanya itu.

"Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu". Pewartaan mereka ini adalah pewartaan tentang Kerajaan Surga, tentang kebenaran, namun begitu tetap dihormati peran akal budi dan kehendak bebas dalam menanggapinya. Karya pewartaan yang benar itu menutup kemungkinan dalam menggunakan kekerasan! Karya pewartaan adalah karya pewartaan kasih sebagaimana Allah sendiri adalah kasih. Bila terjadi penolakan akan pewartaan keselamatan itulah salib kehidupan! Setiap orang harus berani menerima salib kehidupan itu, dan bukannya menghempaskannya dengan kekerasan.

Menolak keselamatan berarti menerima kebinasaan! Hanya itulah memang pilihan dalam kehidupan ini. Yesus mengamininya! Karena itu, "apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu", tegas Yesus. Keselamatan hendaknya menjadi keharusan bagi setiap orang.

Dan memang semenjak dari semula Tuhan yang berbelaskasih itu selalu mengundang dan mengundang setiap orang untuk berani datang kepadaNya. Allah yang kita kenal, bukanlah Allah yang suka menghukum walau memang mempunyai hak untuk itu, sebab Dialah sang Pemilik umat yang dikasihiNya, Dia adalah Allah yang kasih dan setia!

Bacaan pertama menceritakan: "Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung". Namun demikian Allah tetap panjang sabar dan penuh belaskasihan, dan Dia menegaskan: "Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak. Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan".

'Aku tidak datang untuk menghanguskan' semakin dinyatakan dalam kehadiran Yesus sendiri, sebab 'Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan'.

Ya Yesus teguhkanlah kami semua agar semakin setia dalam karya pewartaan kasihMu, terlebih-lebih ya Tuhan, lindungan dan kuasailah para saudara kami yang setia mewartakan sabda dan kasihMu di daerah-daerah yang sulit dan penuh resiko dengan Roh penghiburan dan sukacita. Yesus, berkatilah para saudara kami ini, amin.  

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening