Kamis Masa Biasa XV, 15 Juli 2010

Yes 26: 7-9.16-19 + Mzm 102 + Mat 11: 28-30


Kemarin kita merenungkan: 'apakah umatNya tidak bisa mengenal Dia?', karena pengenalan akan Yesus diberikan hanya kepada orang-orang 'yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya'. Benar memang! Pernyataan itu menegaskan bahwa pengenalan akan Tuhan bukanlah semata-mata usaha umatNya, melainkan karena karunia dan kehendakNya; dan itu semua tentunya diberikan kepada semua orang yang berkehendak baik. Contoh konkritnya adalah Simon Petrus ketika ia berseru: 'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!', dan Yesus menegaskan: 'berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga' (Mat 16).

Hari ini Yesus kembali mengundang dan mengundang semua orang untuk berani datang kepadaNya. "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan".

Dengan undangan ini berarti kesempatan untuk datang kepadaNya semakin luas dan lebar, karena memang Yesus sendiri yang menghendakinya, Yesus sendiri membuka tanganNya seluas-luasnya untuk kita semua. Datang kepadaNya untuk mendapatkan kelegaan dan kesegaran hidup, Ia memberi penghiburan dan sukacita. Dan bila kita mau datang kepadaNya, kita mendapatkan suatu pembelajaran tentang memanggul salib kehidupan dan bagaimana menenangkan jiwa dalam menghadapi problema kehidupan yang semakin hari semakin banyak dan majemuk. Kita diundang dan diajak belajar tentang kehidupan dari sang Empunya kehidupan itu sendiri.

Apa yang kita lakukan bila datang kepadaNya?

Kita saling memandang dengan Dia dan mendengarkan suaraNya, biarkanlah Dia berbicara, dan kita hanya mendengarkan dan mendengarkanNya, sebab kehendakNyalah yang menyelamatkan hidup kita. Namun tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk berbicara dan bermohon kepadaNya. Sangat baik memang, hendaknya kita berani datang kepadaNya tanpa banyak kata atau suara, biarkanlah Yesus sendiri menyempurnakan kemauan kita untuk datang kepadaNya. Dan kiranya semangat yang harus mendasari semua itu adalah kerinduan kita untuk berjumpa denganNya dan mengalami kehadiranNya.

Ada juga suatu pengalaman yang indah ketika seseorang datang kepadaNya, yakni dengan menyerukan nama 'Yesus' terus-menerus dalam hatinya dan bahkan disampaikannya juga dalam kelembutan suara selaras dengan hembusan nafas; sebab panggilan pada NamaNya yang kudus mengungkapkan kerinduan hatinya yang mendalam untuk merasakan kehadiranNya. Dan tak jarang juga, seseorang datang kepadaNya dengan menyampaikan keluhan-keluhan hidupnya, yang mana dimaksudkan dia meminta tolong kepada Yesus sendiri, karena memang itulah bebannya dan dia meminta kelegaan daripadaNya.

Yesaya dalam bacaan pertama dengan indah mengungkapkan kerinduan hatinya akan Tuhan dengan berkata: "kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau. Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar. Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami".

Ya Yesus, Engkau membuka diri seluas-luasnya bagi kami, Engkau menghendaki agar kami berani belajar daripadaMu, tetapi sayangnya diri kami yang malahan sering enggan datang kepadaMu, seringkali kami main perhitungan bila meluangkan waktu untukMu. Yesus, bantulah kami selalu dan semangatilah kami untuk belajar tentang kehidupan ini daripadaMu sendiri, amin.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening