Kamis Masa Biasa XVI, 22 Juli 2010

Yer 2: 1-3.7-8.12-13  +  Mzm 36  +  Mat 13: 10-17

 

Yesus kemarin berbicara tentang taburan benih yang jatuh di pelbagai tanah, guna menanggapi kualitas masing-masing pendengar yang berbeda satu sama lain.  Mendengarkan perumpamaan itu para muridNya bertanya: "mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?". Mengapa Yesus tidak berbicara terus-terang? Apakah tidak semakin mengaburkan kemauan mereka untuk mengikutiNya?

Jawab Yesus: "kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak". Ini kemauan Yesus. Dia membedakan satu orang dengan lainnya. Segala kebaikanNya diberikan kepada semua orang, tetapi seturut kehendak Dia. Demikianlah dalam peristiwa sekarang ini, Yesus menyampaikan karunia untuk mengenal rahasia Kerajaan Surga hanya kepada para muridNya, kepada yang lain tidak.

Karena apa begitu?

"Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka".

Ketidakmauan Yesus menyampaikan rahasia Kerajaan Surga kepada mereka karena memang ketegaran hati mereka sendiri, mereka melawan dan melawan. Yang menjadi pertanyaan dan baiklah terus kita renungkan bersama adalah: apakah penyampaian rahasia Kerajaan Surga kepada mereka itu dapat diumpamakan seperti 'memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu' (Mat 7: 6), sehingga apa yang dilakukan bisa sia-sia dan tak berguna?

Sepertinya tidaklah demikian!  Kasih Allah mengatasi segala, termasuk meenghadapi kepongahan kita manusia.

Bacaan pertama menceritakan dengan jelas kebengalan manusia yang dicintai dan diselamatkanNya. Keluh Tuhan: "Aku telah membawa kamu ke tanah yang subur untuk menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. Tetapi segera setelah kamu masuk, kamu menajiskan tanah-Ku; tanah milik-Ku telah kamu buat menjadi kekejian. Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna".

Allah berkarya tidak bertitik tolak dan berhenti karena kemauan dan keinginan manusia umatNya, Ia berkarya karena kasih dan cintaNya kepada umatNya.

Kepada para muridNya pada jaman itu, dan juga kepada kita jaman sekarang ini, Yesus mengatakan: "berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya".

Melihat dan mendengar apa?

Melihat dan mendengar rahasia Kerajaan Surga itu dinyatakan yang akan sampai pada kesudahanNya yakni di akhir jaman. Sebab kehadiran Kristus Yesus adalah kehadiran Kerajaan Allah sendiri; Ia menyatakan apa yang tidak dapat dilihat manusia menjadi tampak dan bahkan dapat diraba dan dirasakan oleh umatNya, Ia yang dahulu sulit didengar oleh banyak orang, kini menyampaikan firman dan kehendakNya. Secara istimewa dalam perayaan Ekaristi kita dapat berjumpa dengan Dia sang Kehidupan, Dia sendiri bersabda dan menyapa umatNya dan Dia hadir dalam Tubuh dan DarahNya. Yesus Kristus sang Raja sungguh hadir di tengah-tengah umatNya!

Yesus memuji kita bahagia, 'berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar, sebab Aku berkata kepadamu: sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'.

Apa yang dapat kita?

Bersyukur dan bersyukur atas karunia yang indah dan luhur itu, karena Tuhan Yesus memperhatikan kita, Yesus mencintai dan menyayangi kita. Sebab ucapan syukur akan menyenangkan hati Tuhan, walau tidak menambah kemuliaanNya sedikitpun, dan terlebih mendamaikan diri kita sendiri. Selain itu, kita ungkapkan rasa syukur itu dengan berani menggunakan anugerah dan kesempatan yang diberikan kepada kita, yakni dengan menikmati dan kehadiranNya, berani menyambut Dia yang hadir di tengah-tengah kita. Kemauan kita untuk datang menjumpai Dia akan membawa berkat tersendiri daripadaNya.

Ya Yesus, Engkau hadir di tengah-tengah kami, Engkau dapat kami lihat, dapat kami dengar, dan dapat kami raba dan kami nikmati. Terima kasih ya Yesus. Kami mohon semoga Engkaupun dinikmati dan dirasakan oleh saudara-saudari kami yang jauh dari keramaian, mereka yang tinggal di pedalaman, mendengarkan sabdaMu saja mereka kerepotan dan mengalami kesulitan; kiranya Engkau memperhatikan kerinduan mereka ya Tuhan.

Yesus Kristus kerinduanku, dengarkanlah kami, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening