Kamis Masa Biasa XVII, 28 Juli 2010

1Yoh 4: 7-16  +  Mzm 34   +  Yoh 11: 19-27

 

Diceritakan tadi, "ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya, tetapi Maria tinggal di rumah". Memang Marta ini adalah seorang parhobas nan burju, tidaklah demikian dengan Maria? Ada seorang tamu yang kita hormati, kita cintai dan kita rindukan datang, pastilah kita menyambutnya dengan gembira dan penuh sukacita, walau hati kita pada waktu itu agak bersedih. Itulah yang diungkapkan oleh Marta, dia tahu Siapa yang hadir ke tengah-tengah mereka, dan dia Marta sadar bahwa dirinya sungguh-sungguh mempunyai hati kepada Yesus.

"Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya" kata Marta kepada Yesus. Dia jujur dan terus terang mengungkapkan isi hatinya. Ia bersedih karena kepergian saudaranya, tetapi dia yakin bahwa Yesus mampu memberikan sesuatu yang terbaik bagi dia dan keluarganya, karena itu tadi ia  berkata: 'aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya'.

"Saudaramu akan bangkit!", teguh Yesus.

"Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman", sahut Marta. Ternyata dia juga mempunyai kepercayaan yang teguh, walau dia hanya seorang parhobas, yang tidak duduk manis di samping Yesus. Marta juga seorang pembelajar tentang kehidupan! Ia adalah seorang yang suka melayani, ia seorang yang sibuk dengan aneka pekerjaan, tetapi dia seorang pemerhati.

"Akulah kebangkitan dan hidup", tegas Yesus. Dia bangga terhadap Marta yang memang mempunyai kepercayaan akan hidup. Yesus menegaskan Dialah kebangkitan dan kehidupan, Dialah yang diharap-harapkan banyak orang semenjak dahulu. Sambung Yesus: "barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Jawab Marta: "ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia", yang mengungkapkan iman kepercayaannya kepada Yesus. Ia mendapatkan jawaban dan jaminan akan kehidupan kekal, yang semuanya diperolehnya dengan percaya kepadaNya.

Apa yang dihayati oleh Marta ternyata mendapat pembenaran dari Tuhan Allah sendiri yang bersabda melalui Yohanes dalam surat yang ditulisnya dalam bacaan pertama tadi. Sebab apa yang dilakukan Marta terhadap Yesus selama ini adalah memang ungkapan kasihnya kepada Allah, dia Marta menjabarkan kasih yang dialaminya dan membaginya bersama orang lain, sebab "jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi".

Yohanes menegaskan: "barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia". Dan lebih lagi, keunggulan iman Marta yang dapat kita pelajari juga hari ini adalah kepercayaannya akan kebangkitan di akhir jaman, yang semuanya itu mendapatkan penyempurnaan dalam keberserahan diri kepada Yesus, sebab "dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini".

Ya Yesus, hari ini GerejaMu, Engkau ingatkan akan iman dan hidup Marta beserta saudara-saudarinya. Iman mereka akan kebangkitan dan kehidupan beroleh kesempurnaan dalam diriMu. Semoga Engkau juga semakin menguatkan kami dalam beriman kepadaMu, agar kami beroleh hidup yang kekal.

Yesus, teguhkanlah iman dan harapan kami, amin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening