Rabu Masa Biasa XIV, 7 Juli 2010

Hos 10: 1-3.7-8.12  +  Mzm 105  +  Mat 10: 1-7

 

Yesus memilih keduabelas muridNya dan mengutus mereka. Dari duabelas muridNya itu memang tidak semuanya orang baik dan kudus. Yudas Iskariot dicatat secara khusus di situ bagaimana kondisi dan peranan pribadinya terhadap Yesus. Demikian juga kita pasti ingat bagaimana peran dan kelakuan Petrus seorang yang temperamental. Yohanes dan Yakubus yang meminta jatah istimewa dalam kedatanganNya nanti. Yesus tahu dengan baik siapa mereka semua. Namun Yesus sadar juga bahwa mereka dipilihNya sendiri. Itu kemauan Tuhan! Menjadi orang-orang terpanggil tidak harus menjadi orang suci dan benar. Hak Tuhan Yesus yang memanggilnya!

Sudah dipanggil dan diutusNya, Yesus masih memperlengkapi mereka dengan aneka karunia. "Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan". Itulah kebaikan Tuhan Yesus. Itulah kemurahan hati Allah.

Namun tak jarang, kemurahan hati Allah semacam itu membuat hati kita jengkel! Mengapa orang lain menerima, tetapi saya tidak? Tuhan tidak adil! Tuhan pilih kasih! Bukankah Yesus mengenal para muridNya satu persatu: ada Yudas Iskariot, ada Petrus, ada Yohanes dan Yakobus. 'Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? (Mat 20: 15).

Kasihanilah aku ya Tuhan, aku mudah kali irihati.

Setelah menerima aneka karuniaNya, kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel". Tidak dapat disangkal memang Israel adalah umat pilihan Allah. 'Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel dan tidak hendak meninggalkan umat-Ku Israel' (1Raj 6: 13). Yesus datang bukan untuk meniadakan hokum Taurat, Ia hendak menggenapinya, maka kiranya penyataan Yesus tadi harus kita mengerti dalam konteks ini. Yesus melanjutkan karya penyelamatan Allah yang sudah dimulaiNya semenjak semula. Yesus bukannya anti orang Samaria dan pro Israel. Sebab memang di akhir tugas perutusanNya, Yesus menegaskan: 'pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman' (Mat 28: 19-20).

'Pergilah kepada domba-domba yang hilang' adalah suatu pernyataan yang ingin menegaskan kesempatan dan keterpilihan Israel dibanding bangsa-bangsa yang lain dan juga terlebih tentunya sebagai ajakan untuk selalu bertobat kepada Israel yang sering meninggalkan Allah. Karena itu Yesus tadi melanjutkan: "pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat".

Hosea dalam bacaan pertama juga mengingatkan: "Israel adalah pohon anggur yang riap tumbuhnya, yang menghasilkan buah". Banyak rahmat dan karunia yang diterima oleh Israel. Tapi sayangnya Israel tenggelam dalam sukacita dan memuaskan diri. "Makin banyak buahnya, makin banyak dibuatnya mezbah-mezbah. Makin baik tanahnya, makin baik dibuatnya tugu-tugu berhala". Mereka lupa akan Tuhan yang memberikan kehidupan, mereka tidak takut lagi kepada Tuhan. "Hati mereka licik, sekarang mereka harus menanggung akibat kesalahannya: Dia akan menghancurkan mezbah-mezbah mereka, akan meruntuhkan tugu-tugu berhala mereka". Tuhan malahan berbalik melawan mereka, karena mereka meninggalkanNya. Israel memang bangsa yang terpilih dan banyak menikmati belaskasihanNya, tapi tak jarang mereka berbalik dari Tuhan dan bahkan meninggalkanNya.

Kehadiran Yesus sekarang ini lebih menampakkan sang Empunya kehidupan yang memang menghendaki kehidupan dan bukannya kebinasaan. Pewartaan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat adalah undangan agar semua orang, yakni Israel baru untuk berani datang kepadaNya dan bertobat kepadaNya.

Ya Tuhan Yesus, Engkau mengenal hati kami dengan baik dibanding kami mengenal diri sendiri. Semoga kami semakin merasakan kebaikanMu ya Tuhan dan siap membagikan kepada semua orang yang kami jumpai. Tuhan Yesus, berkatilah saudara dan saudari kami yang berkekurangan. Amin.  

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening