Rabu Masa Biasa XV, 14 Juli 2010

Yes 10: 5-7.13-16  +  Mzm 94  +  Mat 11: 25-27

 

"Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu", doa pujian dan syukur Yesus kepada Bapa di surge, Empunya kehidupan ini. Pilihan Tuhan Bapa di surge dijatuhkan kepada orang-orang kecil, yakni orang-orang yang merasakan dirinya tidak mampu dan berani meminta bantuan dari Tuhan dan bukan dari yang lain. Mereka berani meminta bantuan Tuhan, karena mereka yakin Tuhan itu Mahabaik dan hanya Dia yang memberi kehidupan.

Kiranya sikap seperti mereka inilah yang harus ditiru setiap orang dalam mengabdi kehidupan ini, karena memang pilihan Tuhan sendiri. Dia tidak memilih yang cerdik dan pandai seperti dunia, dan bukannya seperti Dia sendiri. Kecerdikan dan kepandaian yang menyerupai dunia inilah yang kurang berkenan kepada Tuhan, sebab memang mereka hanya mau mengolah dunia ini dan menjadi dunia itu sendiri; mereka tidak mampu mengarahkan dunia kepada sang Pemiliknya, malahan kepada diri mereka sendiri.

Bacaan pertama mengungkapkan bagaimana kecerdikan dan kepandaian manusia yang menenggelamkan diri dalam dunia dengan berkata: "dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya dan dengan kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi; aku telah meniadakan batas-batas antara bangsa, dan telah merampok persediaan-persediaan mereka, dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta. Seperti kepada sarang burung, demikianlah tanganku telah menjangkau kepada kekayaan bangsa-bangsa, dan seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekor pun yang menggerakkan sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap".

Dan Tuhan pun sudah mengingatkan: "adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu!'.

Dalam doa-doa tadi Yesus juga berseru: "semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya".

Kristus Yesus sebagai Pewaris tunggal Kerajaan Surga berkuasa atas semesta alam dan isinya, sebab memang semenjak awal dunia ini diciptakan ada dan dalam Dia. Sebab Kristuslah Allah yang menjadi manusia, dan hanya merekalah saling mengenal satu sama lain secara utuh.

Apakah umatNya tidak bisa mengenal Dia? Semua diundang untuk mengenal Dia dengan segenap hati, tentunya mereka adalah orang-orang 'yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya'. Contoh konkritnya adalah Simon Petrus sendiri yang dapat mengenal Dia dengan tepat dan benar. 'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!' seru Petrus ketika ditanya Yesus siapakah Dia itu sebenarnya. Jawaban Petrus sungguh luar biasa! Pengenalan itu hanya dari Allah, pemberian Allah sendiri. Yesus menegaskan: 'berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga' (Mat 16). Petrus dapat mengenal Yesus dengan tepat dan benar karena peran Allah sendiri.

Kita diundang untuk semakin mengenalNya.

Ya Tuhan Yesus, arahkanlah hati kami hanya kepadaMu agar kami semakin hari semakin mengenal Engkau, dan buatlah hati ini tidak mudah tenggelam dalam penalaran akal budi yang sering menenggelamkan kami dalam dunia. Tuhan, bantulah kami selalu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening