Rabu Masa Biasa XVII, 28 Juli 2010

Yer 15: 16-21  +  Mzm 59   +  Mat 13: 44-46

 

Hari ini  Yesus memberikan perumpamaan tentang Kerajaan Surga. Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang atau sebuah mutiara yang sangat berharga, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang  atau mutiara itu.

Mengapa orang itu bertindak demikian?

Pertama, dia tahu dengan benar dan mampu membedakan suatu barang yang satu dengan lainnya, dia mampu membandingkan sesuatu mana yang lebih berharga dan bernilai dibandingkan barang lainnya. Dia bertindak demikian karena memang dia mempunyai pengalaman hidup, dia mampu mengenal sesuatu yang lebih menguntungkan dibandingkan lainnya.

Kedua, dia juga merasa mempunyai hak untuk memilih atau menentukan pilihannya, karena ia menginginkan hidup yang lebih baik, dan bukan untuk hari ini saja, melaiankan juga untuk hari-hari berikutnya. Ia ingin mempunyai investasi bagi hidupnya, maka ia memilih bagian yang terbaik bagi hidupnya.

Demikianlah Kerajaan Surga! Ia adalah sesuatu yang indah dan mempesona, memberi harapan dan jaminan bagi orang yang mendapatkan. Mereka yang mendapatkanNya sungguh-sungguh akan memberi perhatian penuh dan menomerduakan lainnya, karena apa? Karena Kerajaan Surga adalah harta yang amat istimewa yang tidak dimakan oleh waktu, dan setiap orang diundang untuk menikmatiNya karena memang Kerajaan Surga diperuntukan bagi semua orang.

Namun persoalannya justru pada ketidakmauan dan keengganan seseorang untuk 'pergi dan menjual seluruh miliknya', harta yang dimilikinya sekarang. Banyak orang enggan melihat kenyataan esok, orang hanya ingin melihat dan menikmati keindahan dan kenyamanan situasi yang sekarang ini, sedikit sekali orang yang mempunyai jiwa investor. Saking enaknya, mereka yang pergi dibawai juga sesuatu yang menjadi kesenangannya selama ini. Banyak orang enggan mengadakan dan melanjutkan perjalanan menuju puncak, keindahan bunga di sepanjang lereng gunung sudah menyenangkan hati mereka. Padahal orang harus berani 'pergi dan menjual seluruh miliknya' guna mendapatkan harta yang terpendam dan mutiara yang berharga itu. Seorang pengagum dan pemilik Kerajaan Surga haruslah seorang investor!

Konkritnya hidup seorang pengagum Kerajaan Surga adalah orang yang pendengar sabda, ia rajin membuka-buka Kitab Suci dan membacanya, sebab ketika membaca Kitab Suci, ia mendengarkan suara Tuhan Allah sendiri yang menyapa dan memanggilnya, karena memang Dialah sang Empunya Kerajaan Surga. Seorang pendengar sabda merasakan kedamaian, ketika mendengarkan sapaanNya, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama tadi, dan "apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam".

Seseorang yang telah 'pergi dan menjual seluruh miliknya' guna mendapatkan harta yang terpendam dan mutiara yang berharga itu pasti tidak akan menyerahkan begitu saja apa yang dimilikinya itu kepada orang-orang yang mau merampasnya, ia akan mempertahankan apa yang telah dimilikinya, karena memang keindahan mutiara itu sekarang telah menjadi hidupnya. Mutiara telah menjadi segala-galanya dalam hidupnya.

Kiranya sabda Tuhan melalui nabi Yeremia tadi juga menjadi peneguhan bagi orang-orang pengagum Kerajaan Surga; Tuhan akan menjaga dan memperhatikan umat milik kepunyaanNya; "terhadap bangsa ini Aku akan membuat engkau sebagai tembok berkubu dari tembaga; mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN. Aku akan melepaskan engkau dari tangan orang-orang jahat dan membebaskan engkau dari genggaman orang-orang lalim".

Ya Yesus, ajarilah kami untuk selalu berani memilih yang terbaik bagi hidup kami. Semoga Engkau menguasai dan memimpin kami dengan Roh KudusMu agar hati dan budi kami semakin jernih dan suci sehingga dapat merenungkan dan berpikir hanya yang baik dan benar sesuai dengan kehendakMu.

Yesus, dampingilah kami selalu dengan kasihMu.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening