Sabtu, 3 Juli 2010

Pesta Santo Tomas Rasul

Ef 2: 19-22  +  Mzm 117  +  Yoh 20: 24-29

 

"Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya". Inilah komentar yang membuat Tomas menjadi murid yang 'terkenal'. Ia memang sungguh terkenal karena kepercayaannya itu, bagaimana Orang yang sudah mati dan bahkan sebelumnya mengalami penderaan sehebat itu mengalami kebangkitan? Penderaan, Penyaliban dan KematianNya pun bukan hanya disaksikan oleh sekelompok orang-orang tertentu, orang-orang pemerintahan dan alim ulama dan seluruh masyarakat tahu akan peristiwa itu.

Dan ternyata, pernyataan Tomas mendapat peneguhan dari Yesus sendiri, sabdaNya:  "taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah". Dan Tomas pun adalah seseorang yang jujur dan konsekuen, melihat semuanya itu, ia menjawab: "ya Tuhanku dan Allahku!".

Pernyataan Tomas sungguh-sungguh memberi jawaban kepada banyak orang bahwa Dia yang didera, disalibkan dan mati di kayu salib itu sungguh-sungguh telah bangkit dan hidup kembali, dan hadir di tengah-tengah mereka. Dia bukan orang lain! Dia adalah Yesus, Putera Allah yang hidup! Iman kepercayaan Tomas 'ya Tuhanku dan Allahku!' menegaskan iman temannya seangkatan, Petrus yang kita rayakan akhir bulan kemarin, yang mengungkapkan kepercayaannya dengan berkata 'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'.

Yesus pun membuka peluang selebar-lebarnya kepada setiap orang untuk beroleh keselamatan dari padaNya, dan Ia meneguhkan kembali setiap orang yang percaya kepadaNya dengan mengatakan: "karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya". Kebenaran yang dinikmati Tomas boleh dirasakan dan dinikmati oleh orang-orang yang percaya kepadaNya; kebenaran yang sudah dibuktikan oleh Tomas boleh dinikmati oleh semua orang tanpa terkecuali, yakni semua orang yang percaya kepadaNya.

Terima kasih ya Santo Tomas, engkau sungguh-sungguh mengyakinkan kami bahwa Dia, Putera Allah yang hidup, sebagaimana dikatakan oleh santo Petrus, benar-benar hidup dan tinggal di antara kita. Doakan kami agar semakin percaya kepadaNya.

Keikutsertaan kita percaya kepada Kristus sebagaimana telah didahului oleh para Rasul membuka kesempatan kepada kita menjadi orang-orang pilihanNya, umat milik Allah. Santo Paulus dalam bacaan pertama menegaskannya tadi: "demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh".

Menjadi saudara-saudari Kristus, menjadi anggota keluarga Allah adalah kehendak Yesus sendiri semenjak awal, bukan karena iman para Rasul; karena itu seperti dikatakan Paulus tadi: bagaikan sebuah bangunan 'Kristus Yesus sebagai batu penjuru, dan di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus'. Kemauan Yesus menjadikan semua orang yang sebagai saudaraNya minimal tampak ketika Dia mengajar, dan  banyak orang orang percaya dan mengikutiNya. SabdaNya kepada orang-orang yang mengikutiNya: 'ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku' (Mat 12: 50).

Ya Yesus, kami bersyukur kepadaMu, karena hari ini Engkau mengingatkan keluhuran iman kami kepadaMu. Berkat santo Tomas, kebenaranMu sampailah kepada kami. Semoga kepercayaan kami semakin tumbuh dan berkembang karena  kehadiranMu sendiri di tengah-tengah kami. Yesus, teguhkanlah hati kami. Amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening