Sabtu Masa Biasa XVI, 24 Juli 2010

Yer 7: 1-11  +  Mzm 84  +  Mat 13: 24-30

 

'Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus, dan kita semua diundang untuk mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun' (Rom 14: 17.19).  Itulah penegasan Tuhan Yesus sendiri melalui santo Paulus, dan Yesus menghendaki agar semua orang menikmatiNya; dan bagaikan benih-benih, semuaNya itu ditaburkanNya. "Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya", sabda Yesus hari ini dalam InjilNya.

Kendati begitu Yesus menegaskan: "tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu". Penyataan Yesus ini sungguh-sungguh mengingatkan bahwa merebaknya kuasa Kerajaan Surga, bukanlah berarti seseorang bebas dari tantangan kehidupan, bahkan adanya perlawanan dan rintangan dalam menanggapiNya. Yesus tahu bahwa: "seorang musuh yang melakukan semuanya itu".

"Tuan, maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?", kami sanggup melaksanakannya, apalagi bukankah tuan adalah orang yang berkuasa? Bukankah semuanya ini juga di luar kemauan tuan? Kita habisi sajalah!

"Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku" tegas tuan, yang adalah sang Empunya tuaian itu sendiri. Ia tidak main kuasa yang dimilikiNya, Ia tidak bermain dengan kekerasan.

Semuanya menggambarkan realitas kehidupan kita sekarang ini: Yesus membiarkan kita umatNya hidup dalam keberanekaragaman. Yesus tidak mengijinkan umatNya hidup di luar kehidupan nyata, ada siang ada malam, ada panas ada dingin, ada kaya ada miskin, ada sehat ada sakit, ada yang kotor ada yang bersih, ada yang benar ada yang salah, ada yang baik ada yang jahat, ada yang suci ada yang dosa. Biarlah semuanya hidup dan tumbuh bersama, kelak 'sang penuai akan mengumpulkan dahulu lalang itu dan mengikatnya berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian mengumpulkan gandum itu ke dalam lumbung'.

Tentang sikap sang Empunya tuaian itu, apakah tidak mengandung suatu resiko?

Tentunya!  Namun itulah panggilan kepada keselamatan ilahi yang hanya bisa dijawab dengan hati yang tulus dan merendah; dan juga keberlangsungan dalam pengalaman akan kehadiran Allah selalu bisa dirasakan setiap orang hanya dengan hati dan jiwanya. KehadiranNya tidak bisa dibatasi oleh tempat dan waktu, kehadiran Allah seluas hati manusia.

Bacaan pertama memberi inspirasi kepada kita bahwa keluasan hati amatlah lapang dan terbuka lebar, sebab keadilan, damai sejahtera, kebenaran dan sukacita adalah kerinduan kodrati setiap hati dari ciptaan yang tercipta sesuai dengan gambarNya. Dan dalam hati itulah kehadiranNya sungguh Nampak dan terasa. Aku sungguh hadir di tengah-tengahmu, "jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing, tidak menindas orang asing, yatim dan janda, tidak menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini dan tidak mengikuti allah lain, yang menjadi kemalanganmu sendiri, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini, di tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu, dari dahulu kala sampai selama-lamanya".

Ya Yesus, kami adalah orang-orang yang menikmati taburan benih-benih kasihMu, bahkan kami menjadi orang-orang yang Engkau pilih dan Engkau kasihi. Buatlah kami menjadi orang-orang yang siap menanggapi aneka bentuk kehidupan yang menantang, mampu bertindak adil dan bijak, dan tidak menjadi seperti dunia, sehingga pada akhirnya kelak dalam panenan kebunMu, kami tetap kedapatan terkumpul rapi bagaikan berkas-berkas gandum dalam lumbungMu.

Yesus, teguhkanlah iman dan harapan kami,amin.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening