Selasa, 20 Juli 2010

Hari Raya Nabi Elia

1Raj 19: 1-14  +  1Pet 1: 8-12  +  Luk 9: 28-36

 

"Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia', tantang Elia kepada umat Israel yang bersama-sama berkumpul di gunung Karmel, tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah kata pun (1Raj 18: 21). Pada saat yang sama Elia juga harus berhadapan dengan nabi-nabi Baal yang berjumpa empat ratus lima puluh orang itu, tiada gentar dan ragu ia maju melawan mereka.

Keagungan Elia inilah yang dibanggakan oleh banyak orang pada waktu itu. Sebab 'tampilnya nabi Elia bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar. Kelaparan didatangkan-Nya atas mereka, dan jumlah mereka dijadikannya sedikit berkat semangatnya. Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu, dan siapa boleh bermegah-megah bahwa sama dengan dikau? Orang mati kaubangkitkan dari alam arwah, dan dari dunia orang mati dengan firman Yang Mahatinggi' (Sir 48: 1-4).

Maka layaklah para murid bergembira dan bersukacita, ketika mereka melihat Yesus yang "rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem". Mereka para murid berjumpa dengan tokoh-tokoh Perjanjian Lama dan amat menentukan dalam hidup Israel.

Keindahan dan kenikmatan yang penuh sukacita ini janganlah cepat berlalu, itulah kemauan para murid bertiga, karena itu Petrus langsung memohon: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia". Mereka semua ingin berlama-lama dalam kehidupan yang sungguh-sungguh membahagiakan itu.

"Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia" tegas Bapa di surge yang ditampakkan dalam hadirnya awan gemawan. Situasi yang membahagiakan itu bisa dinikmati dan memang akan dinikmati oleh semua orang, ketika Yesus menyatakan diriNya untuk kedua kalinya di akhir jaman, sebab pada waktu itulah kita akan berjumpa dengan Dia 'dari muka ke muka', saat itulah akhir dari perjalanan iman kita, saat di mana "kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu", tegas Paulus dalam bacaan kedua tadi, sebab "sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan itu".

Kiranya kerinduan dan dambaan Petrus tadi menjadi dambaan kita bersama: boleh tinggal bersama Yesus yang menampakkan kemuliaanNya bersama Musa dan Elia. Keberanian dan kesetiaan kita mendengarkan suaraNya akan memberi bekal dan mengkondisikan kita untuk tinggal bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Bagaimana dengan meneladan Elia?

Nabi Elia adalah juga seorang pendengar sabda yang baik dan setia. Dia adalah manusia-Allah, karena memang dia hanya menyampaikan apa yang dikehendaki Allah; Elia adalah seorang utusan Allah. Ia tidak bertindak seorang diri, ia melakukan segala sesuatu hanya karena Allah dan untuk Allah, ia mampu bangkit dan siap melakukan tugas barunya setelah menikmati 'makanan dari Allah' dan mengalami kehadiranNya bukan lagi dalam kedasyatan yang meluap-luap dan menggemparkan, melainkan dalam kehadiranNya yang lembut bagaikan alunan angin sepoi-sepoi basa. Elia bangun dan berkata: "aku bekerja segiat-giatnya untuk Tuhan semesta alam".

Ya Yesus, pertajamlah hati kami untuk agar kami kedapatan setia mendengarkan sabdaMu yang menyelamatkan, sabda yang memberi kekuatan dalam setiap karya pelayanan, sehingga pada akhirnya kami selalu siap Engkau utus dan Engkau tugaskan. Yesus, bantulah kami selalu, dan 'aku siap sedia bekerja segiat-giatnya untuk Tuhan semesta alam'. Amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening