Selasa Masa Biasa XIV, 6 Juli 2010

Hos 8: 4-7.11-13  +  Mzm 115  +  Mat 9: 32-38

 

Tentunya kita masih ingat Injil hari Minggu kemarin, yang mengatakan: 'pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala'. Minimal dapat diartikan bahwa tugas perutusan itu tidak selalu disambut dengan baik dan dengan hati yang penuh sukacita. Akan ada rintangan dan tantangan. Suara sumbang dan lecehan juga pasti akan muncul. Tidak semua perbuatan baik akan disambut dengan tindakan dan ucapan terima kasih. Ketika Yesus baru saja menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan ada komentar bangga dan sukacita: "yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel". Mereka bangga karena memang Tuhan Yesus menampakkan belaskasih dan kemurahan hatiNya. Namun nada sumbang, geram dan irihati, juga terlontar: "dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan".

Itulah hidup! Tidak semuanya melantunkan nada yang serasi dan apresiatif.

Apa yang perlu kita buat?  Maju terus pantang mundur! Janganlah kita berhenti karena adanya komentar sumbang dan tidak apresiatif, malahan 'bila ditampar pipimu yang kiri berikanlah juga yang kanan'. Kita harus terus maju dengan pelbagai tantangan, pribadi yang mandiri dan teguh akan teguh dan tidak goncang menghadapi semuanya ini. Yesus pun tetap setia pada tugas perutusanNya walau pun semuanya itu bisa terjadi. "Yesus tetap berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan".

Dalam perjalananNya, banyak orang mengikutiNya. "Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu".

Injil hari Minggu kemarin juga mengatakan hal ini. Mengapa Yesus mengajak supaya 'minta kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu?' Mengapa menyampaikan hal ini, bukankah Ia sendiri bersama Bapa di surge Yang Empunya tuaian ini? Mengapa Dia sendiri tidak langsung mengirimnya, bukankah ini semua juga untuk pengembangan Kerajaan Allah?

Yesus, kuasailah kami dengan Roh KudusMu agar kami semakin mengerti kehendakMu!

Yesus pernah menyampaikan: 'dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele. Banyak orang menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya' (Mat 6: 7-8).

Pernyataan Yesus ini menegaskan agar kita tetap setia pada kebutuhan dan permintaan kita. Hendaknya kita tidak seperti anak kecil yang minta ini dan minta itu, karena memang mereka tidak tahu apa yang dikatakan apa yang dimintanya. Apa yang terlintas di benaknya, apa yang dirasakannya sesaat itulah yang dimintanya. Tidaklah demikian dengan kita.

Pernyataan Yesus ini juga meminta kita agar kita tetap berani mengandalkan Tuhan sang Empunya tuaian. Yesus memang sudah tahu apa yang menjadi kebutuhan umatNya, namun Dia mengajak agar kita meminta dan memintanya, Yesus menyatakan bahwa kita sebenarnya hanya bisa meminta dan meminta, kita tidak mampu membuat atau mengadakannya sendiri. Kita sungguh-sungguh terbatas dan lemah! Yesus mengajak kita agar Dia selalu dilibatkan dalam hidup dan karya kita!

Yesus mengajak kita agar Dia selalu dilibatkan dalam hidup dan karya kita!

Apakah pernyataan ini menegaskan bahwa Tuhan Yesus itu sombong, angkuh dan mau menangnya sendiri? Tuhan Yesus takut ditinggal umatNya?

Boleh kita mengira-ngira! Namun kiranya semakin menjadi kesadaran kita: di luar Dia tidak ada kehidupan! Sabda Yesus: 'tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa' (Yoh 15: 4-5).

Penyataan Yesus ini amat lembut dan menyatakan kemurahan hatiNya, tidak seperti yang dinyatakanNya melalui nabi Hosea sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi. Tidak melibatkan Tuhan dalam hidup dan karya akan mendatangkan malapetaka, kembali seperti di Mesir. Sabda Tuhan: "mereka telah mengangkat raja, tetapi tanpa persetujuan-Ku; mereka mengangkat pemuka, tetapi dengan tidak setahu-Ku. Dari emas dan peraknya mereka membuat berhala-berhala bagi dirinya sendiri, sehingga mereka dilenyapkan. Aku menolak anak lembumu, hai Samaria; murka-Ku menyala terhadap mereka! Sampai berapa lama tidak dapat disucikan, orang-orang Israel itu? Itu dibuat oleh tukang, dan itu bukan Allah! Sungguh, Efraim telah memperbanyak mezbah; mezbah-mezbah itu menjadikan mereka berdosa. Sekarang Ia akan mengingat kesalahan mereka dan akan menghukum dosa mereka; mereka harus kembali ke Mesir!".

Ya Yesus yang berbelaskasih, tambahkanlah iman kami kepadaMu agar kami semakin setia kepadaMu, dan terlebih-lebih kami berani mengandalkan hidup ini hanya dalam kekuatan dan rahmatMu sendiri. Yesus berkatilah kami selalu, amin.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening