Selasa Masa Biasa XV, 13 Juli 2010

Yes 7: 1-9  +  Mzm 48  +  Mat 11: 20-24

 

"Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya".

Kota manakah itu?

Khorazim dan Betsaida. "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu".

Demikian juga Kapernaum. "Engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu".

Bagaimana dengan kota kita?

Kita memang tentunya harus tahu bahwa kejahatan orang-orang Tirus, Sidon, Sodom dan Gomora, sebagaimana diceritakan dalam Perjanjian Lama, memang sungguh-sungguh keterlaluan dan tidak menyukakan hati Tuhan; dan Tuhan menumpahkan tulah kepada mereka; mereka mendapatkan hukuman. Namun, seperti dikatakan Yesus sendiri tadi, adanya pertobatan meringankan hukuman mereka. Tidaklah demikian dengan Khorazim, Betsaida dan Kapernaum; hukuman mereka ini lebih berat, karena tidak adanya kemauan untuk bertobat dalam diri mereka.

Pengalaman ketiga kota mengingatkan kita semua bahwa bertobat meringankan penghukuman, bertobat mendatangkan keselamatan, sebab 'jika kamu tidak bertobat, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga' (Mat 18: 3).

Apa yang dapat kita buat?

Kita harus bertobat dan bertobat, semakin mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maharahim dan penuh belaskasih, dengan mendengarkan Sabda dan melaksanakanNya, tiada hari tanpa pertobatan, karena memang itulah idaman semua orang, yang menghendaki agar saja tidak mapan di dunia ini, tetapi di surge kelak. Pertobatan menyenangkan hati Tuhan dan mendatangkan keselamatan. Iman yang sejati selalu disertai dengan pertobatan jiwa. 'Aku berkata kepadamu: akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat' (Luk 15: 7), tegas Yesus; dan untuk itulah Yesus Dia terus mencari dan mencari, mengundang dan mengundang setiap orang untuk datang kepadaNya.

Ada sesuatu yang menarik untuk kita simak sebagai pembelajaran dalam perikop ini. Dikatakan tadi: 'Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya'. Kita perlu mempelajari dan merenungkannya: mengapa Yesus membuat banyak mukjizat di tiga kota tadi: Khorazim, Betsaida dan Kapernaum? Mengapa kota-kota lain tidak banyak menerima seperti mereka? Bukankah Yesus sudah tahu benar kota-kota tadi, bagaimana penduduknya? Yesus, pasti sudah tahu siapa mereka, tetapi mengapa mengulanginya beberapa kali mengadakan mukjizat di kota-kota itu? Mengapa juga baru sekarang Yesus mengecam mereka, mengapa tidak sedari awal mereka semua ditegurNya? Bukankah orang-orang Nazareth pernah memprotes kehadiranNya, dan malahan Yesus secara sadar mengomentarinya sendiri, kataNya: 'tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum'? (Luk 4: 23).

Kita renungkan.

Kita lihat bandingkan dengan renungan kita bersama 7 Juli yang lalu tentang kemurahan hati Tuhan Yesus berdasarkan Matius 10, 1-7.

Bolehlah kita bertanya kepada Tuhan bahwasannya orang-orang yang menerima aneka mukjizat atau banyak anugerah dan karunia daripadaNya tidak berarti bebas dari hukumanNya, terlebih-lebih kalau mereka tidak mau bertobat; kita renungkan bahwasannya banyak menerima pelbagai anugerah dan mukjizatNya tidak berarti beroleh keselamatan dari Tuhan Yesus? Amat baiklah semuanya ini dan harus kita lakukan bahwasannya kita harus meminta keselamatan hidup daripadaNya, dan bukan hanya anugerahNya!

Itulah kemauan dan kehendak Tuhan Yesus!

Ya Yesus, kuasailah kami dengan Roh KudusMu agar kami semakin memahami kehendak dan rencanaMu, sebab banyak kali kami tidak mengerti kemurahan hatiMu kepada kami. Yesus, ajarilah kami dan ingatkanlah kami agar kami berani bertobat dan bertobat kepadaMu, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening