Senin Masa Biasa XVII, 26 Juli 2010

Yer 13: 1-13  +  Mzm   +  Mat 13: 31-35

 

Yesus mengemukakan lagi dua perumpaan yang senada. Pertama, "hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya".

Kedua, "hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya".

Sesuatu yang kecil, misalnya biji sesawi, atau yang sedikit, seperti ragi dalam sebuah adonan, seharusnya tidak mendapatkan perhatian, tetapi sebaliknya yang kecil dan sedikit itu mendapatkan perhatian serius dan penuh. Biji sesawi memang diremehkan, dan apalah arti sedikit ragi dalam adonan, tetapi semuanya itu telah mengubah diri dan mengembangkannya, dan bahkan karenanya ciptaan lain dapat menikmatinya. Bila biji sesawi itu tumbuh menjadi pohon, banyak burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya, dan sejumput ragi yang telah ditaburkan itu mengkhamirkan adonan dan enak dinikmati banyak orang.

Demikian hal Kerajaan Surga, jarang mendapatkan perhatian banyak orang, malahan diabaikan dan diremehkan, padahal buah-buahnya mengundang perhatian banyak orang untuk menikmatiNya. Orang enggan kurang memperhatikan, karena kecil karena sedikit, tidak banyak mengeluarkan biaya, apalagi tidak bisa dinikmati langsung pada waktu; kita harus menunggu dan menunggu. Apalah makna tanaman kecil sesawi ini, lemah dan mudah diinjak-injak orang, tak nampak keindahan yang bisa dinikmati; apalah ragi secuil itu, tak ada orang yang ingin mengambilnya dan memakannya.

Apalah Kerajaan Surga, tidak seindah setumpukan harta yang dibagikan dan dinikmati, tak seindah seporsi makanan yang siap saji? Bahkan tak jarang orang harus 'mengejar dan melayani' (Rom 14: 18-19) untuk mendapatkannya!

Hanya orang yang mempunyai seni kehidupan akan mengusahakanNya!

Matius dalam Injilnya hari menegaskan semua rahasia tentang Kerajaan Surga "disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka". Semuanya itu dimaksudkan guna menyampaikan "hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan".

Sungguh hal yang indah dan luhur bahwasannya segala sesuatu yang tidak dimengerti oleh manusia sejak awali hari demi hari dibuka dan disampaikan oleh Kristus Tuhan yang menjadi manusia. Namun mengapa harus menggunakan perumpamaan dalam penyampaian? Tentunya agar semakin mudah dimengerti dan dihayati oleh setiap orang! Namun begitu, mengapa Yesus masih bersikap 'pilih kasih' dalam penyampaian, pemakaian perumpamaan diterapkan karena 'kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti' (Mat 13: 11-13). Itulah kemauan Tuhan Yesus!

Dikatakan tadi 'hanya orang yang mempunyai seni kehidupan akan mengusahakanNya!', yakni orang-orang yang  merindukan sukacita, damai sejahtera, keadilan dan kebenaran. Sebab hanya orang-orang yang mempunyai seni kehidupan akan memberikan waktu, tenaga dan perhatian untuk sejenak duduk dan hening merenungkan kehidupan, mereka adalah orang-orang yang mau merasakan dan menikmati karunia keterpilihanNya. Mereka mau duduk dan hening menikmatiNya, mereka adalah orang-orang yang mempunyai seni hidup untuk 'mengumpulkan harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya', beda dengan mereka yang 'mengumpulkan harta di bumi' (Mat 6: 19-20), mereka bagaikan ikat pinggang yang lapuk, sabda Tuhan dalam bacaan pertama.

Sabda Tuhan melalui Yeremia: "aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya, tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna untuk apa pun. Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: Aku akan menghapuskan kecongkakbongakan Yehuda dan Yerusalem. Bangsa yang jahat ini, yang enggan mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, yang mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepada mereka, akan menjadi seperti ikat pinggang ini yang tidak berguna untuk apa pun. Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar".

Yesus, sabdaMu hari ini menyindir kami yang sering kurang menaruh perhatian akan sukacita, damai sejahtera, keadilan dan kebenaran dalam hidup kami. Kami seringkali berkutat sekitar kegiatan kami hari ini, kami lupa bahwa kami telah Engkau perlengkapi dengan seni kehidupan. Yesus, terangilah kami dengan Roh KudusMu agar kami semakin berani mengarahkan hidup kami hanya kepadaMu, amin.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening