Kamis Masa Biasa XIX, 12 Agustus 2010

Yeh 12: 1-12  +  Mzm 78  +  Mat 18: 21-20

 

"Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?", tanya Petrus kepada Yesus. Pertanyaan Petrus disampaikan setelah dia mendengar permintaan Yesus agar orang berani menasehati sesamanya. Menasehati memang adalah hal yang sulit, walau sebenarnya persoalan yang hendak disampaikan tidak langsung dan tidak selalu berkenaan dengan diri seseorang yang hendak menasehati. Terlebih lagi dengan mengampuni, menjadi beban bagi banyak orang, karena dia harus memberi dan memberi, dan persoalan yang dibicarakan berkenaan langsung dengan dirinya. Mengampuni sampai dengan tujuh kali? Suatu bentuk kesabaran yang luar biasa.

Namun Yesus menegaskan: "Aku berkata kepadamu: bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali". Berkali-kali kita harus dan harus berani mengampuni orang-orang yang sama bersalah kepada kita. Sulit dimengerti dan sangat tidak masuk akal. Tiap kali orang membuat kesalahan kepada kita, kita harus berani mengampuni dan mengampuni dia.

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami agar berani mengampuni dan memaafkan kesalahan sesame kami.

Dari perumpamaan tadi dapat kita simpulkan pertama bahwa Allah itu sungguh Maha Pengampun dan rahim. Ia mengampuni dan mengampuni setiap orang yang berdosa kepadaNya. Ia tidak main perhitungan kepada setiap orang yang datang kepadaNya dan bertobat. Demikian kita hendaknya!

Kedua, sikap pengampunan akan mengalir dalam diri seseorang, bila memang dia mempunyai rasa terima kasih dan rasa syukur atas segala kebaikan yang telah diterimanya. Seseorang yang mempunyai hutang sepuluh ribu talenta tadi, bila memang dia mempunyai jiwa yang lapang ucapan terima kasih dan syukur, maka dia akan rela mengampuni temannya yang sedikit berhutang kepadanya. Sempitnya rasa syukur yang mengalir dalam dirinya menutup dia untuk berbelaskasih kepada sesamanya, dan akhirnya membawa dia kepada kebinasaan.

Tegas Yesus setelah menyampaikan perumpamaan tadi: "Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu". Persis sama dengan doa Bapa Kami yang diajarkanNya kepada kita: 'ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada kami'.

Ya Yesus, memang mempunyai jiwa yang pengampun membuat hati dan bathin ini merasa damai dan tenang, tidak ada beban, jiwa terasa ringan, kami rasakan ya Tuhan, kami alami. Namun, amat berat kali kami untuk memaafkan dan mengampuni kesalahan sesame kami, apalagi terhadap saudara-saudari kami yang selalu berbuat salah yang sama, padahal kami yakin bahwa mereka sebenarnya mampu bertindak dengan lebih baik. Gengsi diri kami takut direndahkan dengan berani memaafkan kesalahan sesame. Kami rasakan: terasa beban juga memang menyimpan kesalahan orang lain dan tidak mau memaafkannya, tapi sulit ya Yesus.

Yesus Kristus, ampunilah dosa kami, ampunilah kesalahan kami, kuasailah kami dengan Roh KudusMu agar kami mempunyai hati yang mudah berterimakasih dan bersyukur kepadaMu. Yesus, ringankanlah hati kami tersenyum kepada sesame kami, amin.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening