Kamis Masa Biasa XXI, 26 Agustus 2010

1Kor 1: 1-9  +  Mzm 145  +  Mat 24: 42-51

 

"Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang", tegas Yesus kepada para muridNya, "hendaklah kamu siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga". Sebab memang orang yang berjaga saja siap sedia menerima kedatangan sang Tamunya, dan hanya orang yang berjaga saja siap sedia akan segala sesuatu yang akan terjadi.

Berjaga yang bagaimana yang dimaksudkan Yesus dengan sikap ini?

Berjaga untuk seorang tamu yang tidak pasti jam berapa datangnya. Ia yang berjaga harus siap sedia dan siap sedia, ia harus serius, seperti seorang tuan rumah. "Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar".

Serius dalam berjaga tidak dimaksudkan seperti seorang tentara yang siaga satu akan kemungkinan terjadinya serangan mendadak; apakah harus serius tegang dan mengabaikan yang lain? tidaklah dimaksudkan demikian. Seseorang diajak berjaga dan selalu siap sedia, karena memang Dia Tuhan datang dengan tiba-tiba, pada saat yang tidak diduga-duga. Istilah berjaga-jaga harus diartikan bahwa kita harus tetap memberi perhatian kepadaNya, dan tidak mengabaikanNya karena kesibukan tugas keseharian kita. Kita hendaknya yakin bahwa sang Tuan Empunya rumah pasti datang dan tidak akan ingkar janji, keyakinan hendaknya tidak menjadi kendor karena tidak pastinya waktu; sepertinya Dia sengaja tidak memberi kepastian waktu agar dinanti dan dinanti, sebab kedatangan yang tidak dinantikan akan berkurang nilainya, dan sirna. Dia sengaja minta dinanti-nantikan karena iman pemberianNya telah ditaburkan bagi setiap orang yang merindukan, dan iman itulah yang ternyata semakin menghidupkan setiap orang yang menghayatinya. 'Imanmu telah menyelamatkan engkau', kata-kata inilah yang sering diungkapkan oleh Yesus kepada orang-orang yang mengikutiNya.

Sikap orang yang berjaga adalah sikap yang menyenangkan hati Tuhan; karena itu, "berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya". Orang yang berjaga akan menjadi orang kepercayaan Tuhan sendiri, dan Dia Tuhan akan melimpahkan aneka berkat kepadanya, apa yang DimilikiNya akan diserahkan, dipercayakan dan dilimpahkan kepadanya, ia sungguh-sungguh 'menjadi pengawas segala milikNya'. Sikap berjaga yang menyenangkan hati Tuhan itu ternyata dimaksudkan untuk membahagiakan orang yang berjaga, bukan untuk kepuasan Tuhan, sebab memang Dia tidak mencari kemuliaan diri, bahkan sembah bakti kepadaNya tidak menambah sedikit kemuliaan padaNya, malahan justru mendatangkan hujan rahmat kepada setiap orang.

Sikap berjaga menyenangkan hati Tuhan, namun tidaklah demikian dengan orang-orang yang tidak mau berjaga atau mereka hamba-hamba jahat, yang selalu berkata-kata di dalam hatinya: "tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk". Bagi orang-orang semacam ini, "sang tuan akan sengaja datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh mereka dan membuat mereka senasib dengan orang-orang munafik, di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi".

Sikap berjaga menyenangkan hati Tuhan; dan orang-orang seperti inilah yang beroleh rahmat dan kasihNya. Santo Paulus pun ikut bergembira terhadap orang-orang yang selalu siap sedia berjaga, karena memang orang-orang inilah yang selalu berkelimpahan dalam kasihNya. Pujian Paulus bagi mereka: "aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan. Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus".

Bila Paulus menegaskan 'Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus', ini berarti bahwa kesiapsiagaan seseorang itu akan meneguhkan dia, orang yang berjaga itu, sampai kedatangan Kristus pada akhir jaman, ia beroleh kesempatan untuk menyambut dan berjumpa dengan Dia yang membawa mahkota keabadian. Namun tidak dapat disangkal juga, bahwa keberanian berjaga dan siap sedia itu mengkondisikan seseorang menerima Dia yang memang datang setiap saat di tengah-tengah kesibukan keseharian kita. Dia datang di saat yang tidak terduga, karena kedatanganNya itu sesuai dengan kehendak dan kemauanNya sendiri, dan bukannya sesuai dengan keinginan kita. Dia yang berkehendak; tidak ada kemampuan kita, untuk mengatur atau memaksaNya.

Apa yang dapat kita buat?

Baiklah kiranya kita menjadi orang-orang yang selalu berjaga dan berjaga, karena memang Dia datang di saat yang tidak kita duga-duga, karena juga telah dinyatakan resiko bagi seseorang yang berjaga dan tidak.

Yesus, rahmatilah kami dengan kesetiaanMu dalam berjaga

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening