Kamis XX, 19 Agustus 2010

Yeh 36: 23-28  +  Mzm 51  +  Mat 22: 1-14

 

Injil kemarin mengetengahkan hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang mengadakan kesepakatan dengan pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Hari ini Yesus mengetengahkan "hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu".  Suatu pesta besar dan meriah, "katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini". Pesta itu bersifat terbuka karena memang ditujukan bagi banyak orang, sang tuan rumah mengundang dan mengundang semua orang untuk datang.

Namun sayangnya, "orang-orang itu tidak mau datang". Mereka orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, orang-orang yang mendapatkan undangan adalah orang-orang yang sibuk dan banyak pekerjaan, sebaliknya malahan mereka para undangan ada yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. Tidak datang memnuhi undangan saja sudah mengecewakan sang tuan rumah yang berpesta, apalagi lagi malahan mengadakan perlawanan.

"Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka", tidak ada pengampunan bagi orang-orang yang melawan kehendaknya. Janganlah dikaitkan dengan perintah Yesus untuk memberi pengampunan tujuhpuluh kali tujuh kali, karena memang konteks pembicaraan berbeda.

Kata sang empunya pesta: "perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu". Dia berbalik arah, karena memang orang-orang yang terpanggil tidak menaruh perhatian pada kesempatan yang telah diberikannya. Mereka tidak merasakan dan menggunakan segala kebaikan yang diterimanya; mereka adalah orang-orang yang tidak tahu berterimakasih. Orang yang tahu berterimakasih adalah orang yang selalu menggunakan kesempatan dan karunia yang diberikan Tuhan kepadaNya.

"Pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu", dan berjalanlah pesta dengan penuh semarak.

Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: "hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?".

Orang itu diam saja.

Dia ini juga adalah orang yang tidak tahu berterimakasih. Ia sudah diundang dalam pesta tetapi tidak mau menggunakan dan menyesuaikan keadaannya. Bukanlah pakaian yang dipersoalkan tuan rumah tadi, melainkan tanggapan orang itu yang kurang respect terhadap panggilan sang tuan empunya pesta. Sang tuan pesta sudah tahu bahwa dia bisa dan mampu berpakaian pesta sebagaimana layaknya orang yang mengikutinya. Orang yang kurang tahu berterimakasih juga kurang perhatian kepada ajakan dan undangan Tuhan yang penuh kasih.

Seperti orang yang mengadakan perlawanan kepada tuan empunya pesta, demikian juga orang yang tidak mengikuti kemauan sang tuan pesta, tetapi mengikuti kemauan dan selera pribadi. Kata raja itu: "ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi".

"Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih".

Diundang pesta adalah suatu kehormatan dan penghargaan, tetapi juga menjadi beban bagi banyak orang, karena pesta dijadikan ladang bisnis dan barter harta benda, namun bukan hal ini yang dimaksudkan dalam perumpamaan sekarang ini, bukannya ucapan syukur yang mencurahkan kebaikan. Demikianlah juga kesempatan kelak untuk menikmati keselamatan abadi, semua orang diajak dan diajak untuk menikmatinya, namun dengan syarat: orang harus memberi perhatian akan undangan itu dan menghadirinya, serta orang harus mengkondisikan diri dengan situasi pesta yang diadakan; pesta adalah perayaan sukacita dan ungkapan kegembiraan, pantaslah kita berpakaian pesta dan siap menebarkan senyum kasih.

'Aku akan pergi dan menyiapkan tempat bagimu, karena memang di rumah BapaKu ada banyak tempat. Aku akan datang kembali untuk menjemput kalian, supaya di mana Aku berada, kamu pun ada'. Inipun undangan.

Kita adalah orang-orang yang diundang!

"Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu", tegas Tuhan yang Mahakasih dalam bacaan pertama, "Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu. Aku akan melepaskan kamu dari segala dosa kenajisanmu dan Aku akan menumbuhkan gandum serta memperbanyaknya, dan Aku tidak lagi mendatangkan kelaparan atasmu". Penegasan ini adalah kesempatan dan anugerah yang harus dimanfaatkan oleh setiap orang yang mendengarNya.

Ya Yesus, kami sering tidak menggunakan segala anugerah yang Engkau limpahkan kepada kami, malahan kami sudah merasakan mapan dan tidak mau bergerak lagi dengan segala fasilitas hidup yang kami miliki. Kami merasa pekerjaan dan kesibukan kami lebih penting dari segala-galanya, kami tidak sadar bahwa semuanya itu adalah belaskasih dan pemberianMu. Tuhan Yesus, ampunilah dosa dan kesalahan kami.

Yesus, semangatilah kami untuk menjadi orang-orang yang tahu berterimakasih kepadaMu, amin.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening